Friday, 14 Aug 2020

Komisi V DPR RI Turun Bersama Tim Susuri Sungai Kampar Tinjau Lokasi Banjir

news24xx


Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat, bersama Tim susuri Sungai Kampar tinjau lokasi banjir pada Sabtu (14/12/2019).Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat, bersama Tim susuri Sungai Kampar tinjau lokasi banjir pada Sabtu (14/12/2019).

NEWS24.CO.ID,BANGKINANG - Bencana banjir kembali terjadi di beberapa Kabupaten di Provinsi Riau. Banjir tahun 2019 ini terjadi setelah Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan yang lebih dari empat bulan terjadi. 

Banjir terparah terlihat di Kabupaten Kampar dan Pelalawan tempat aliran sungai Kampar yang sedang meluap akibat dibukanya pintu waduk PLTA Koto Panjang. Selain itu, di Kuantan Singingi juga air sungai yang terlihat juga meluap.

Untuk di Kampar, banjir telah sering dialami oleh warga di pinggiran sungai. Dan hingga saat ini telah empat hari terjadi. 

Berbagai proses penyelamatan dilakukan oleh Pemkab Kampar, mulai dari mendirikan tenda-tenda darurat, perahu karet, posko kesehatan, hingga menurunkan tim penyelamat.

Kondisi ini turut dirasakan oleh anggota Komisi V DPR RI, H Syahrul Aidi Maazat. Pada Sabtu (14/12/2019), ia langsung terjun ke lapangan bersama Basarnas, BPBD Kampar, dan Tagana Kampar menyusuri aliran sungai Kampar, dan melihat kondisi terkini akibat banjir.

"Kita sangat prihatin atas bencana banjir ini yang menimpa warga Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Banjir aliran sungai Kampar ini terjadi hampir tiap tahun. Memang kondisi alam yang memaksanya. Tapi, kita berharap masyarakat tabah dan sabar menghadapi cobaan ini," sebut Syahrul Aidi dalam informasi yang diterima news24.co.id (14/12).

Ia juga mengatakan tiap tahun ada korban jiwa, dan selain itu, sarana pencarian masyarakat juga terendam air dan menjadi gagal panen.

"Kebun dan lahan masyarakat terendam air banjir. Ancaman yang nyata saat ini adalah gagal panen. Masyarakat yang menanam padi dan palawija. Selain itu, aktifitas masyarakat banyak yang terganggu. Kita berharap bencana ini cepat berakhir," kata dia.

Syahrul Aidi mengharapkan Pemkab Kampar dan Pemprov Riau agar menseriusi penanganan banjir ini. Selain jangan sampai ada tambahan korban jiwa. Ia juga berharap Pemkab fokus pada pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat saat banjir. 

"Jangan sampai terjadi sembako putus, ada yang tidak makan. Titik tanggap darurat juga diisi dengan dapur umum. Ini harapan kita," sebutnya.

Syahrul Aidi beserta tim memulai penyusuran sungai Kampar dari Bangkinang, kemudian singgah di Pulau Jambu Kecamatan Kampar. Pulau Jambu ini tergolong parah karena sebagian besar wilayahnha berada di wilayah terdampak banjir. 

Setelah dari Pulau Jambu, Syahrul Aidi meneruskan perjalanan ke Desa Pulau Rambai yang wilayahnya dikelilingi oleh sungai Kampar.

 





Loading...