Monday, 04 Mar 2024

Tak Perlu Operasi Bedah, dr. Nanda Jelaskan Pemasangan Ring Jantung Dilakukan dengan Prosedur Ini

news24xx


Tak Perlu Operasi Bedah, dr. Nanda Jelaskan Pemasangan Ring Jantung Dilakukan dengan Prosedur IniTak Perlu Operasi Bedah, dr. Nanda Jelaskan Pemasangan Ring Jantung Dilakukan dengan Prosedur Ini
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Stent atau ring jantung merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah jantung koroner pada pasien.

Banyak orang menyangka pemasangan ring jantung memerlukan pembedahan lewat operasi besar.

Namun, ternyata ring jantung dipasang tanpa operasi.

Bahkan pemasangan ring jantung termasuk tindakan yang sangat minim invasi.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Nanda Nurkusumasari, Sp.JP. FIHA.

"Jadi, selama ini masyarakat itu masih ketakutan, ya, dikira pemasangan ring jantung itu seperti operasi bedah yang sangat berat gitu, ya, kayak harus dibedah," kata dr. Nanda saat menjadi narasumber program Healthy Talk TribunHealth.com.

Baca juga: Meski Bukan Dokter Profesional, Pria Ini Nekat Mengoperasi Otaknya Sendiri, Untungnya Masih Selamat

"Pokoknya, dipikiran masyarakat itu sangat scary, ya, menakutkan, padahal tidak, ya."

"Pemasangan ring jantung itu suatu prosedur yang sangat minimal invasi. Jadi tidak dilakukan bedah."

Lebih lanjut, dr. Nanda menjelaskan pasien biasanya hanya mendapatkan bius lokal saat prosedur ini dilakukan.

"Biasanya kita memakai akses dari pembuluh darah yang di pergelangan tangan."

"Ya, kalau kita upayakan yang pertama dari pergelangan tangan. Kalau tidak bisa, baru di selangkangan."

Baca juga: Jika Tak Segera Pasang Ring Jantung, Penyakit Jantung Koroner Bisa Pengaruhi Kinerja Organ Lain

Nantinya alat akan dimasukkan ke pembuluh darah dan akan dipasang di lokasi yang bermasalah.

"Di bius lokal, alatnya dimasukkan."

"Alatnya kecil, seperti selang gitu, kecil sekali diameter, mungkin sekitar dua setengah sampai 3 ml yang masuk ke jantung."

"Nanti disemprotkan zat warna untuk melihat aliran dari pembuluh darah koronernya, apakah ada sumbatan atau tidak," paparnya.

Baca juga: Jamaah Haji Tak Menggubris saat Diajak Turun Pesawat, Ternyata Sudah Meninggal Serangan Jantung

Tingkatkan angka harapan hidup

Diberitakan sebelumnya, dokter yang bertugas di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah menyebut pemasangan ring jantung akan menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Artinya peluang seseorang untuk hidup lebih lama menjadi lebih besar.

Pasalnya penyakit jantung merupakan penyakit serius.

Persentase kematian pada penderita penyakit ini cukup tinggi.

"Jadi, kalau kita ngomong tentang serangan jantung ya, kita ngomong serangan jantung tuh konsepnya ada 10 orang kena serangan jantung, 8 orang ini kemungkinan besar risiko meninggal dunia," katanya ketika menjadi narasumber program Healthy Talk TribunHealth.com.

Dengan pemasangan ring, angka risiko tersebut bsia turun secara signifikan.

"Ketika kita lakukan pemasangan ring ya pada pasien serangan jantung, risiko ini turun hanya sekitar sekitar 40 persen."

"Jadi, memang pada pasien serangan jantung sangat penting untuk dilakukan pembukaan segera, ya, salah satunya dengan menggunakan pemasangan stent atau ring jantun."

"Sehingga meningkatkan harapan hidup," tandasnya sekali lagi.

Meski tingkat keberhasilan bisa beragam, umumnya gejala pasien akan membaik setelah melakukan prosedur ini.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Penyakit Jantung, Terapkan Pola Hidup Sehat hingga Rajin Olahraga

"Untuk yang stable sendiri, angka keberhasilannya biasanya tergantung tingkat keparahan dari sumbatan pembuluh darah ini."

"Tetapi sebagian besar keluhan pasien pasti akan membaik setelah dilakukan pemasangan ring atau stent."

Tanda-tanda seseorang perlu ring jantung

Ring jantung merupakan prosedur yang dipasang pada arteri koroner penderita penyakit jantung koroner.

"Jadi, penyakit jantung koroner kita bagi menjadi dua spektrum. Yang pertama adalah penyakit jantung koroner yang stabil, di mana plaknya ini tidak lepas."

"Jadi di dinding dia stabil, cuma alirannya sudah terganggu. Biasanya gejalanya muncul ketika dia dipakai untuk aktivitas berat atau ada stres emosional yang memicu, namun hilang ketika istirahat. Itu yang pertama."

"Lalu kedua adalah penyakit jantung koroner yang sangat berat yang disebut dengan serangan jantung."

"Jadi ini terjadi ketika sumbatannya sudah menyumbat, biasanya lebih dari 75 persen atau bahkan 90 persen, atau bahkan total atau yang awalnya stabil."

"Tadi sumbatannya lepas sehingga menutup total dari aliran pembuluh darah di arteri koroner, sehingga menyebabkan serangan jantung," pungkasnya.

(TribunHealth.com)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Sumber : TRIBUNNEWS.COM





Loading...