Monday, 03 Oct 2022

Penyerang Salman Rushdie, Matar, terkejut bahwa sang penulis selamat

news24xx


Penyerang Salman Rushdie, Matar, terkejut bahwa sang penulis selamatPenyerang Salman Rushdie, Matar, terkejut bahwa sang penulis selamat
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Dalam sebuah wawancara, pria yang dituduh menikam Salman Rushdie, mengungkapkan keterkejutannya karena mengetahui sang penulis masih hidup.

Hadi Matar, yang berbicara kepada New York Post dari balik jeruji, mengatakan dia membuat keputusan untuk menghadiri pidato Rushdie di Institusi Chautauqua setelah melihat tweet sang penulis pada musim dingin lalu.

Matar mengatakan kepada surat kabar itu, “Saya tidak suka orang itu. Saya tidak berpikir dia orang yang sangat baik. Dia adalah seseorang yang menyerang Islam. Dia menyerang kepercayaan mereka, sistem kepercayaan.”


Read More : Seorang Wanita Indonesia Ditahan Karena Ikut Merampok Restoran di Malaysia

Mendiang presiden Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini dianggap oleh Matar, 24, sebagai "orang hebat," tetapi dia tidak menyebutkan secara spesifik apakah dia mengikuti perintah atau fatwa yang dikeluarkan Khomeini di Iran pada tahun 1989 yang menyerukan agar Rushdie dieksekusi setelah menulis buku kontroversial 'The Satanic Verses'.

Iran membantah berada di balik serangan itu. 

Matar, seorang warga Fairview, New Jersey, mengklaim bahwa dia tidak pernah berbicara dengan seorang anggota Garda Revolusi Iran.

Dia mengaku baru saja membaca "beberapa halaman" dari 'The Satanic Verses', menurut Post.

Rushdie, 75, diserang pada hari Jumat dan menderita luka di hati serta saraf putus di lengan dan mata. 

Agennya, Andrew Wylie, menyatakan bahwa kondisinya terus membaik.



Read More : Tanda Gerakan Janin Menjelang Kelahiran, Pasti Bumil Merasakannya

Sehari sebelum serangan, Matar, yang didakwa dengan percobaan pembunuhan dan penyerangan, mengatakan kepada Post bahwa dia naik bus ke Buffalo sebelum naik taksi Lyft ke Chautauqua, yang berjarak sekitar 64 kilometer.

Malam sebelum jadwal pidato Rushdie, dia membeli tiket masuk ke halaman Institusi Chautauqua dan kemudian tidur di rerumputan.

Meskipun ia memiliki kewarganegaraan ganda di AS dan Lebanon, tempat orang tuanya lahir, Matar lahir di AS. 

Selama wawancara, ibunya menyatakan bahwa Matar berubah usai kembali dari perjalanan untuk bertemu ayahnya yang terasing di Lebanon pada 2018. 

Dia mengklaim bahwa setelah usai perjalanan, dia menjadi seorang yang pemarah dan mengisolasi diri dari keluarganya.





Loading...