Tuesday, 19 Oct 2021

Empat Hujan Meteor Akan Terlihat Sepanjang Bulan Oktober, Dimulai Dari Draconid

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Sepanjang Oktober 2021, empat hujan meteor dapat terlihat di langit mulai dari Draconid pada Rabu, 6 Oktober. Tiga bintang jatuh lainnya adalah Taurid Selatan, Delta Aurigid, dan Orionid.

Menurut aktivis astronomi dari Southern Sky Community Bandung, Avivah Yamani, hujan meteor Draconid tergolong minor yang akan berlangsung selama lima hari dan puncaknya pada 8 Oktober dengan 10 bola api per jam dari sisa-sisa debu komet 21P Giacbini-Zinner.

"Hujan meteor ini bisa dinikmati setelah matahari terbenam hingga konstelasi Draco terbenam pada pukul 21.33 WIB," katanya, Selasa, 5 Oktober.


Read More : Cara Mengosongkan Ruang Penyimpanan WhatsApp yang Penuh Dengan Mudah

Hujan meteor Taurid Selatan akan berlangsung dari 10 September hingga 20 November dan puncaknya pada 10 Oktober. Berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa-sisa debu Komet 2P Encke, jumlah meteor maksimum hanya 5 meteor per jam. “Yang menarik, hujan meteor Taurid ini akan menghasilkan banyak bola api,” tambah Avivah.

Dia mengatakan mereka akan jatuh dengan kecepatan 28 kilometer per detik. Pengamat bisa menunggu bintang jatuh setelah matahari terbenam. Waktu terbaik untuk observasi dimulai pada pukul 21:00 WIB. “Saat bulan sudah terbenam dan radian konstelasi Taurid Selatan cukup tinggi,” jelasnya.



Read More : Aplikasi Peduli Lindungi Terintegrasi Dengan 15 Aplikasi, Kementerian Kesehatan: Data Terenkripsi

Sementara itu, hujan meteor Aurigid delta akan muncul pada 10-18 Oktober. Seperti dikutip dari laman Southern Sky, waktu puncaknya akan terjadi pada 11 Oktober, dan hanya akan ada 3 meteor per jam dari konstelasi Auriga. Kecepatan meteor akan menjadi 64 kilometer per detik. Namun, asal-usulnya masih belum diketahui hingga saat ini. Waktu pengamatan terbaik dimulai pada pukul 23:09 WIB hingga subuh.

Hujan meteor terakhir adalah Orionid yang akan berlangsung dari 2 Oktober hingga 7 November dan puncaknya pada 21 Oktober 2021.

Bintang jatuh dari debu komet Halley akan menghasilkan 25 meteor per jam dengan kecepatan 66 kilometer per detik. Namun, cahaya bulan purnama akan membuatnya sulit untuk diamati.





Loading...