Saturday, 26 Sep 2020

Siang ini, Bumi Sampai di Titik Terdekat Matahari, Ini Dampak yang Kita Rasakan

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) menyebutkan pada hari ini, Ahad (5/1/2020) Bumi berada pada titik terdekat dengan Matahari. 

Diambil dari istilah Yunani, fase ini dinamai dengan istilah perihelion. Peri berarti dekat dan helios artinya matahari.

Dirangkum news24.co.id, fase perihelion ini setiap tahunnya terjadi sekitar dua minggu setelah solstis pada bulan Desember. 

Solstis adalah hari ketika planet Bumi mengalami siang hari terpendek dan siang hari terlama dalam satu tahun.

Di belahan Bumi bagian utara, solstis Desember membuat siang hari sangat pendek. Sedangkan di belahan Bumi bagian selatan, solstis Desember membuat siang hari jadi sangat panjang.

Menurut NASA, saat Bumi mencapai perihelion karena telah melewati fase solstis Desember. Jarak antara Bumi dan Matahari saat ini adalah 91.400.000 mil atau sekitar 147.091.144 kilometer.

Saat itu, Bumi berada sekitar 5 juta kilometer lebih dekat pada Matahari dibandingkan jarak terjauhnya.

Planet kita akan mencapai perihelion tergantung pada zona waktu tempat kita berada. Dan untuk Indonesia, diperkirakan perihelion terjadi pada tanggal 5 Januari 2020 pukul 14:47 WIB.


Lantas, apa pengaruh yang didapatkan planet Bumi atas fase perihelion ini?

NASA menyebutkan jarak terdekat maupun jarak terjauh Bumi dan Matahari ini tidak memengaruhi musim di Bumi. Karena yang memengaruhi pergantian musim di Bumi adalah kemiringan poros Bumi.

Namun meskipun jarak Bumi dan Matahari tidak mempengaruhi musim yang ada di Bumi, namun perihelion disebutkan akan berpengaruh terhadap lama waktu berlangsungnya musim di Bumi.

Saat Bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari, Bumi akan melakukan revolusi atau peredarannya mengelilingi Matahari dengan lebih cepat. Ini menyebabkan musim dingin di belahan Bumi bagian utara dan musim panas di belahan Bumi bagian selatan lebih cepat dibandingkan musim lainnya.

Di belahan Bumi bagian utara, musim panasnya lebih lama sekitar lima hari dibandingkan musim dingin. Sedangkan di belahan Bumi bagian selatan, musim dinginnya lebih lama sekitar lima hari dibandingkan musim panas.


NASA juga menyampaikan bahwa Bumi akan mencapai titik terjauh Bumi atau aphelion sekitar tanggal 4 Juli 2020, pada pukul 18.34 Wib. Jarak Bumi dan Matahari saat itu akan mencapai 152.095.295 kilometer.

 





Loading...