Saturday, 11 Jul 2020

Langsung Minta Maaf, Seorang Pria Kelahiran Jawa Ikut Demo Rusuh di Amerika Serikat

news24xx


Rainey Backues tertangkap kamera saat demo di Philadelphia, AS. Rainey Backues tertangkap kamera saat demo di Philadelphia, AS.

BARUS24.CO.ID - Demo atas kematian George Floyd di Amerika Serikat berjalan rusuh. 

Seorang pendemo, Rainey Arthur Backues, pria bertato peta Indonesia yang tertangkap kamera dalam unjuk rasa di Center City, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), mengaku menyesal dan meminta maaf.

 

Seperti dilansir dari republika.co.id, Selasa, 2 Juni 2020,  Backues, yang bertato peta Indonesia di tangannya, tertangkap kamera pewarta foto media lokal The Inquirer sedang melempar semacam kotak ke arah Bank Wells Fargo, Sabtu (30/5).

Backues, lewat akun Instagram miliknya @rainsfordthegreat pada Ahad (31/5), mengaku sebenarnya adalah warga negara AS naturalisasi yang lahir di Pulau Jawa, Indonesia.

 

Dia mengklarifikasi, sama sekali tak ada niat untuk rusuh dan dia meminta maaf kepada seluruh komunitas warga Indonesia di Philadelphia.

"Awalnya aku cuma bersepeda lewat (jalan) Center City," kata dia menjelaskan mengapa dia tak menutupi identitas diri saat itu.

Lalu seiring hari makin gelap, dia mengaku merasa marah atas kematian George Floyd dan atas ketidakadilan polisi nasional.

"Apalagi aku juga termasuk orang kulit berwarna," kata Backues yang lantas merasa menyesal atas kemarahannya yang berakibat pada pengrusakan bangunan itu.

"Oleh sebab itu aku ingin meminta maaf pada gerakan Black Lives Matter serta kepada para pengunjuk rasa yang secara sah menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan ketidakadilan saat ini yang kita semua saksikan," ujar Backues.

"Karena salah satu tato saya menunjukkan pulau-pulau Indonesia (saya adalah warga negara AS yang dinaturalisasi, tetapi saya lahir di Pulau Jawa), saya juga ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia di Philadelphia," lanjut dia.

Backues menegaskan, betapa dia sangat menyesal sudah berswafoto menunjukan barang jarahan, tapi dia mengaku tidak menjarah.

"Meski saya dengan bodohnya memasang selfie yang memegang sepatu sampai ke telinga saya di Instagram feed saya, saya tidak menjarahnya dan juga tidak membawa pulang apa pun," katanya.

 

Backues mengaku, berpose dengan sepatu sekedar untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa sedang terjadi penjarahan besar-besaran di lokasi dia berada.

"Saya sekarang menyesal menggunggah foto-foto itu. Sekali lagi, saya meminta maaf kepada semua komunitas yang telah terkena dampak negatif dan malu. Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya telah belajar banyak dari kejadian ini," kata dia.

N24.





Loading...