Saturday, 18 May 2024

Dugaan Pencurian Data KF 21 KBRI Seoul 2 Insinyur Indonesia Masih Diselidiki

news24xx


Dugaan Pencurian Data KF 21  KBRI Seoul  2 Insinyur Indonesia Masih DiselidikiDugaan Pencurian Data KF 21 KBRI Seoul 2 Insinyur Indonesia Masih Diselidiki
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - KBRI Seoul menyampaikan perkembangan kasus dua insinyur PT Dirgantara Indonesia yang diduga melakukan pencurian data informasi teknologi pengembangan jet tempur KF-21 Boramae. 

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul Zelda Wulan Kartika mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses investigasi. 

Dua insinyur itu tidak ditahan atau dipenjara seperti yang dikabarkan. Keduanya masih melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. 

"Sampai saat ini kasusnya masih investasi. Dua insinyur itu masih berada di Korea Selatan. Tidak ditahan, hanya diminta untuk tidak meninggalkan Korea. Karena memang ada surat cekal," kata Zelda, saat berdialog dengan wartawan yang mengikuti program “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea” yang diselenggarakan oleh Korea Foundation bekerja sama dengan Foreign Policy Community of Indonesia. Dialog digelar di KBRI Seoul, Korea Selatan, Selasa (14/5/2024).

Baca juga : Mudahkan Penerima, Pos Indonesia Salurkan Bansos Door To Door

Zelda mengatakan, kasus tersebut belum selesai. Karena itu, Korea Selatan terus berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan dan PT DI terkait perkembangan kasus ini. 

"Semua aware sekali dengan apa yang terjadi. KBRI memastikan proses berjalan dengan aturan. Dan kedua insinyur itu masih dalam keadaan baik," ungkap Zelda. 

Bahkan, Zelda menambahkan, kedua insinyur itu sempat berbuka puasa dan ikut acara halal bihalal pada saat Lebaran Idul Fitri yang diselenggarakan KBRI pada April lalu. 

“Kami terus berkomunikasi dengan mereka,” ungkapnya.  

Baca juga : Luhut Tegaskan Tanpa Nikel Indonesia, Pasar EV Amerika Bisa Terpuruk

Kedua insinyur tersebut berasal dari PT DI dan merupakan anggota tim pengembangan jet tempur bersama Korea Aerospace Industry (KAI).

Kasus ini mencuat awal Januari lalu. Keduanya dilaporkan ditangkap oleh pihak berwenang Korea karena diduga berusaha mengambil data proyek pengembangan pesawat KF-21. 

Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan menyatakan, penyelidikan difokuskan pada identifikasi dokumen spesifik yang diduga dicuri oleh para pakar tersebut. 

Dalam acara tersebut, Zelda juga menanggapi kelanjutan pengembangan proyek jet tempur KF-21 Boramae. Kata dia, pihaknya tidak bisa memberikan pernyataan soal karena kebijakan kerja sama itu ada di Pemerintah Pusat. 

Baca juga : The London Coffee Festival 2024, Kopi Indonesia Kembali Dipromosikan di Inggris

“Sehingga perkembangan terakhir negosiasi atau kesepakatannya seperti apa silakan ditanyakan ke Kementerian Pertahanan,” kata Zelda. 

Menurut Zelda, KBRI Seoul tidak ikut andil dalam negosiasi maupun pelaksanaan kerja sama pengembangan pesawat tempur itu.

“Karena itu, yang bisa saya sampaikan, Indonesia berkomitmen untuk terus menjalankan program tersebut,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat NEWS24.CO.ID News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber : rm.id





Loading...