Monday, 03 Oct 2022

Paylater Meningkatkan Belanja Konsumen; Ekonom Menyarankan Kebijaksanaan Pengguna

news24xx


Paylater Meningkatkan Belanja Konsumen; Ekonom Menyarankan Kebijaksanaan PenggunaPaylater Meningkatkan Belanja Konsumen; Ekonom Menyarankan Kebijaksanaan Pengguna
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.IDPenggunaan metode pembayaran paylater terus berkembang. Berdasarkan riset tahunan yang dilakukan oleh penyedia layanan buy now pay later (BNPL) Kredivo dan perusahaan riset Katadata Insight Center, jumlah pengguna BNPL di e-commerce meningkat 10 persen dari 28 persen pada 2021 menjadi 38 persen pada 2022.

Indina Andamari, Marketing and Communications VP Kredivo, mengatakan berdasarkan studi tersebut, 50 persen konsumen telah menggunakan sumber keuangan alternatif selama lebih dari setahun, dan 49 persen konsumen menggunakannya setidaknya sebulan sekali.


Read More : Seorang Wanita Indonesia Ditahan Karena Ikut Merampok Restoran di Malaysia

Durasi, pengalaman bertransaksi, dan persyaratan yang mudah menjadi salah satu keunggulan layanan ini. “Paylater tidak hanya menjaga daya beli masyarakat tetapi juga berkontribusi pada kenaikan penjualan [yang menguntungkan] bagi penjual yang juga berpotensi terkena dampak kondisi ekonomi saat ini,” kata Indina, Selasa, 20 September 2022.

Ia menginformasikan bahwa integrasi e-commerce dan merchant dengan metode pembayaran alternatif menambah nilai tambah dalam memperluas pasar dan mendorong belanja konsumen hingga tiga kali lipat sehingga meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengakui layanan BNPL berperan dalam menjaga perekonomian.



Read More : Tanda Gerakan Janin Menjelang Kelahiran, Pasti Bumil Merasakannya

Namun, dia menekankan bahwa orang harus memisahkan dan mengidentifikasi kebutuhan versus keinginan mereka. Masyarakat diminta bijak saat berbelanja dengan menggunakan layanan paylater agar kemudahan pembayaran tidak menggemukkan utang atau tagihan.

“Konsumen juga perlu mengukur batas kemampuan membayar dan kemauan membayar. Ini juga harus dikonsep,” kata Huda.  ***





Loading...