Wednesday, 18 May 2022

Ini Jenis Mobil yang Dipakai Presiden Saat Libas Banjir di Kalsel

news24xx


Rombongan mobil kepresidenan saat melibas banjir di Kalimantan Selatan.Rombongan mobil kepresidenan saat melibas banjir di Kalimantan Selatan.
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Saat meninjau wilayah terdampak banjir di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, nampak rombongan Presiden Joko Widodo menggunakan SUV dengan pelat Indonesia 1. Tak hanya Toyota Land Cruiser, ada SUV yang lebih mewah dari itu, yakni Lexus LX 570.

Mobil kepresidenan ini menyita perhatian publik, karena mampu melewati banjir tanpa kesulitan. Berbicara mobil Lexus LX 570 ini, ternyata bukanlah mobil sembarangan di dunia off-road.

Mobil ini adalah jelmaan Toyota Land Cruiser atau satu grupnya, namun dengan tingkat kemewahan dan kenyamanan yang lebih baik. Pastinya, spesifikasi Lexus LX 570 sangat mumpuni untuk ditumpangi Presiden saat berhadapan dengan beragam medan termasuk banjir. 

Lexus LX 570 yang dipakai Presiden itu bukanlah unit baru, melainkan Lexus LX 570 tahun 2014. Mobil ini menggunakan mesin 3UR-FE berkapasitas 5.663 cc dengan konfigurasi V8.

Tenaga sebesar 383 dk dan torsi 530 Nm, kemudian disalurkan ke keempat roda (full-time 4WD) via transmisi otomatis 6 percepatan. Dengan torsen limited-slip center differential, Lexus LX 570 diyakini banyak car enthusiast sebagai salah satu kendaraan off-road terbaik sampai saat ini. 

Namun di peninjauan banjir yang dilakukan Presiden Jokowi di Kalimantan Selatan, kapabilitas yang paling dibutuhkan adalah kemampuan LX 570 melewati banjir. Seperti itu bukan masalah karena kedalaman yang bisa dilewati Lexus LX 570 adalah 700 mm.

Tingginya titik intake itu juga tak lepas dari jenjangnya ground clearance yang mencapai 226 mm atau sekitar 22,6 cm. Pantauan tim redaksi, harga seken Lexus LX 570 2014 di sejumlah market place online cukup bertahan. 

Dikutip dari berbagai media, berapa akun menjual dengan mematok untuk harga mobil ini lebih dari Rp 1 miliar. []

 





Loading...
Related News