Friday, 05 Jun 2020

Viar dan Benelli di Indonesia Terancam Tidak Bisa Jualan

news24xx


Viar dan Benelli di Indonesia Terancam Tidak Bisa JualanViar dan Benelli di Indonesia Terancam Tidak Bisa Jualan

NEWS24.CO.ID -

Produsen sepeda motor Viar dan Benelli di Indonesia terancam tidak bisa jualan imbas wabah virus corona yang melanda China sejak akhir Desember lalu. Mulai bulan depan, kgiatan bisnis komponen motor berpotensi berhenti secara perlahan.

Pemegang merek Benelli di dalam negeri, Benelli Motor Indonesia (BMI) mengatakan kegiatan bisnis terancam sebab pihaknya mengandalkan impor completely knock down (CKD) dari China untuk merakit motor-motor merek Benelli di Indonesia.

"Ya Januari sampai Maret kami masih bisa jualan lah," kata Direktur BMI Steven Kentjana Putra.

Ia mengatakan kini pihaknya mengandalkan pasokan komponen berdasarkan stok yang diimpor pada akhir Desember 2019. Saat itu Benelli memang sengaja melakukan pengapalan komponen lebih banyak dari biasanya sebab mengantisipasi libur panjang tahun baru China.

Seperti diketahui Benelli merupakan merek asal Italia, namun statusnya dimiliki perusahaan asal China, Zhejiang Qianjiang Motorcycle Group. Qianjiang Motorcycles sendiri merupakan bagian dari grup Geely (Zhejiang Geely Holding Group). Prinsipal dan pabrik Benelli ini berlokasi di Wenling, China.

Beberapa model Benelli yang terancam berjenis retro yaitu Motobi hingga Patagonian Eagle.

"Sebelum isu corona meluas kami emang masukkan lebih banyak karena tahun baru China pabrik libur dua minggu. Ini bisa nutupin Januari- Maret. Nah April, Mei atau kuartal dua yang terganggu," jelas Steven.


Senada, produsen motor merek lokal Viar juga demikian. Marketing Communication Triangle Motorindo (Viar) Franky Osmond memaparkan bila produksi di Indonesia terancam berhenti karena suplai komponen terganggu.

Menurut Franky Viar biasa mengandalkan komponen motor listrik dan baterai dari China, namun kini hanya sisa stok yang diprediksi habis bulan depan.

"Kalau syukurnya itu kami ada stok untuk cover. Jadi berhenti total tidak, karena kami stok," kata Frangky.

Steven mengatakan suplainya terganggu sebab pabrik di China tutup. Belum bisa dipastikan kapan pabrik-pabrik tersebut beroperasi normal kembali. 

"Karyawan saya juga yang di sini tidak bisa pulang (ke China), yang di sana tidak bisa ngapa-ngapain. Makanya saya pusing, saya jalan-jalan saja kemarin," ungkap Steven.

Informasi terakhir yang Steven peroleh, pabrik-pabrik otomotif per Senin (17/2) mulai beroperasi perlahan. Namun mulai pengiriman komponen ke Indonesia belum diketahui kapan bisa normal.

"Dan kami belum dapat jadwal lagi kapan. Tapi diusahakan secepatnya, tapi masih relatif, bisa dua minggu," kata Steven.

Frangky menambahkan pabrik tempat Viar memperoleh suplai komponen di China kemungkinan beroperasi kembali akhir Februari 2020. Tapi jika ada penundaan, pihaknya bersiap 'meliburkan' karyawan di Indonesia sampai suplai komponen kembali berjalan normal.

"Ya mau ga mau (produksi berhenti dulu. Tapi estimasi info dari sana Maret sudah kembali normal harapannya. Jadi karena di sana info-nya akhir Februari coba beroperasi kembali melihat kondisi," pungkas Frangky.

 





Loading...