Friday, 07 Aug 2020

Sehari Bertambah 1.560 Orang, Kasus Positif Corona Tembus Jadi 109.936

news24xx


Ilustrasi petugas medis menangani pasien Covid-19. Ilustrasi petugas medis menangani pasien Covid-19.

NEWS24.CO.ID - Masih sangat tinggi. Kasus positif corona di Indonesia dalam sehari bertambah 1.560 orang. Sehingga, Jumlah kasus positif secara kumulatif per Sabtu (1/8) tembus mencapai 109.936 orang.

Data tersebut diakses melalui situs covid19.go.id pukul 15.25 WIB.

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 67.919 orang dinyatakan sembuh dan 5.193 orang lainnya meninggal dunia.

Terjadi pertambahan 1.560 orang positif virus corona hari ini, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Angka tersebut bertambah dari laporan sehari sebelumnya. Pada Jumat (31/7), kasus positif sebanyak 108.376 dan 65.907 orang dinyatakan sembuh. Sementara 5.131 orang meninggal dunia.

Jawa Timur masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif tertinggi dengan 22.089 orang. Disusul DKI Jakarta 21.399 orang, Jawa Tengah 9.516 orang, Sulawesi Selatan 9.422 orang, dan Jawa Barat 6.532 orang.

Sementara itu DKI Jakarta menyumbang tambahan kasus positif harian dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan kasus tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sampai 13 Agustus 2020.

Lonjakan kasus beberapa hari terakhir di Ibu Kota berasal dari lingkungan perkantoran.

Hingga Selasa (28/7), 90 perkantoran menyumbang 459 kasus positif virus corona.

Satgas Covid-19 pun merekomendasikan perusahaan atau perkantoran menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mencegah penularan virus corona.Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan klaster perkantoran virus corona meningkat semenjak diberlakukan PSBB transisi sejak awal Juni lalu.

"Untuk perusahaan yang masih bisa melakukan kerja WFH, lebih baik WFH," kata Dewi di BNPB, Rabu (29/7).

Meskipun kasus melonjak tinggi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mengambil kebijakan untuk menerapkan PSBB lagi.

Jokowi justru terus berulang-kali mengampanyekan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona.

N24. 





Loading...