Saturday, 18 May 2024

Di Depan Pebisnis Kakap Asia Airlangga Yakinkan Komitmen RI Kebut Pembangunan Ekonomi Kuncinya Kesinambungan

news24xx


Di Depan Pebisnis Kakap Asia Airlangga Yakinkan Komitmen RI Kebut Pembangunan Ekonomi  Kuncinya KesinambunganDi Depan Pebisnis Kakap Asia Airlangga Yakinkan Komitmen RI Kebut Pembangunan Ekonomi Kuncinya Kesinambungan
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Perekonomian Asia diproyeksikan akan cukup tangguh di masa depan, meski saat ini berhadapan dengan kondisi perekonomian global yang dipenuhi gejolak geopolitik.

Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini, diperkirakan dapat mempengaruhi rantai pasok beberapa komoditas ekspor dan impor di dunia.

Hal ini tentu akan berdampak bagi pertumbuhan di kawasan emerging Asia, yang diperkirakan turun dari sekitar 5,6 persen pada 2023 menjadi 5,2 persen pada 2024.

Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo memberikan keynote speech dalam acara Asia Business Council's 2024 Spring Forum menegaskan, di tengah kondisi perekonomian global yang masih tidak stabil, perekonomian Indonesia mampu tumbuh sebesar 5 persen selama 8 kuartal terakhir secara berturut-turut.

“Kami memperkirakan, perekonomian Indonesia akan tumbuh di atas 5 persen pada 2024 dan seterusnya, dengan inflasi yang tetap terkendali. Kepercayaan investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia juga masih kuat,” ujar Menko Airlangga dalam forum yang bertajuk “Developing Asia: New Engines for Growth”.

Baca juga : PIA DPR Tetap Jalankan Komitmen Berbagi Pada Sesama

Tingginya kepercayaan investor ini antara lain juga diperlihatkan oleh Lembaga Pemeringkat Internasional, dengan tetap mempertahankan Indonesia pada level Investment Grade.

Moody’s pada 16 April 2024 menerbitkan Baa2 Stable Outlook untuk Indonesia, sementara Fitch dan JCR pada Maret 2024 memberikan peringkat BBB (stable).

Ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, juga ditunjukkan dengan posisi cadangan devisa yang tetap tinggi sebesar 140,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per akhir Maret 2024.

Neraca perdagangan Indonesia juga terus mencatat surplus dalam 46 bulan terakhir. Pada Februari 2024, angkanya mencapai 0,87 miliar dolar AS.

Airlangga memastikan, setelah mencapai pemulihan ekonomi yang solid dari pandemi, Indonesia juga akan terus bergerak maju untuk mencapai Visi Emas 2045.

Baca juga : Peran Penting Perusahaan Transportasi Dorong Kemajuan Ekonomi Indonesia

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendekatan transformatif dalam pembangunan ekonomi melalui peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan produktivitas ekonomi, penerapan kebijakan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi dalam negeri, dan kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia saat ini juga sedang dalam proses bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dan berpotensi menjadi anggota OECD Asia ketiga setelah Jepang dan Korea Selatan," beber Airlangga.

Proses aksesi OECD diharapkan dapat menjadi katalisator penyempurnaan kebijakan dan peraturan yang unggul, di samping memiliki arti yang sangat penting untuk meningkatkan investasi, produktivitas, dan konektivitas yang didorong teknologi.

Saat ini, pemerintah juga berupaya merumuskan kembali kebijakan yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan ramah lingkungan.

Untuk terus memaksimalkan potensi pertumbuhan dan evolusi struktural, pemerintah antara lain berfokus pada kebijakan meningkatkan peran sektor manufaktur, meningkatkan daya saing dan produktivitas melalui Strategi Pengembangan Ekonomi Digital 2030, serta mengembangkan ekonomi hijau dan energi terbarukan menuju target net zero emission (NZE).

Baca juga : Disampaikan Airlangga, Jokowi Akan Berperan Di Kabinet Prabowo

Menko Airlangga juga mengatakan, Forum Asia Business Council merupakan agenda yang sesuai untuk meyakinkan para pebisnis besar dari Asia, mengenai komitmen Indonesia untuk mempercepat pembangunan ekonomi dengan menjamin kesinambungan reformasi struktural, serta meningkatkan daya saing.

“Dengan diumumkannya hasil resmi Pemilu Indonesia, keberlangsungan agenda pembangunan dipastikan tetap sejalan dengan dokumen perencanaan jangka panjang 2025- 2045. Pemerintah Indonesia juga terbuka untuk mendukung inisatif investasi apa pun di sini. Termasuk upaya mendukung perdagangan dan pengembangan SDM,” pungkas Menko Airlangga.

Forum Bisnis Asia ini antara lain dihadiri Chairman of Asia Business Council Takeshi Niinami, Vice Chairman Asia Business Council Arif P. Rachmat, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat NEWS24.CO.ID News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber : rm.id





Loading...