Saturday, 18 May 2024

Perang Bintang Artis Caleg Di Dapil Jabar 1 Bandung Dan Cimahi Ini Analisa Pengamat

news24xx


Perang Bintang Artis Caleg Di Dapil Jabar 1 Bandung Dan Cimahi  Ini Analisa PengamatPerang Bintang Artis Caleg Di Dapil Jabar 1 Bandung Dan Cimahi Ini Analisa Pengamat
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Pemilu Legislatif 2024 sudah memasuki tahap verifikasi daftar caleg sementara (DCS). Sejumlah artis ikut mewarnai persaingan memperebutkan kursi wakil rakyat di DPR-RI.

Di daerah pemilihan Jabar 1 (Kota Bandung-Kota Cimahi), beberapa sosok politikus berlatar belakang artis akan bertarung meraih simpati masyarakat.

Dari PSI ada Giring Ganesha dan Yunius Suwantoro untuk mendobrak suara di Jabar 1. Dari Partai Golkar, ada Nurul Arifin.

Kemudian, ada M Farhan dari NasDem, serta Nico Siahaan dari PDIP. Ada pula Dian Rahadian, Teddy Setiadi, Ledia Hanifa, dan Sodiq Mudjahiddan Agung Budi S.

Menanggapi fenomena ini, pegiat sosial media Dahono Prasetyo menyatakan, sah-sah saja alih profesi dari artis menjadi politikus.

Figur yang namanya sudah familiar di masyarakat, khususnya dunia hiburan, dinilainya lebih mudah melakukan sosialisasi ke bawah.

Baca juga : Kecepatan Kereta Cepat Jakarta Bandung Ditingkatkan Bertahap

"Mereka yang selama ini hanya bisa terlihat di layar kaca atau panggung hiburan, kini punya tanggung jawab sosial turun ke bawah. Berjabat tangan, menyapa dan berkomunikasi langsung dengan publik dalam konteks bukan lagi menghibur, tetapi menyerap aspirasi warga. Beberapa partai sengaja memanfaatkan popularitas calegnya untuk mendongkrak suara partai," jelas Dahono, Kamis (1/6).

Dahono menambahkan, Dapil Jabar 1 (Kota Bandung dan Cimahi) merupakan kota besar yang majemuk, dan didominasi para pemilih milenial.

Mereka yang tidak pernah ketinggalan bersosial media, memiliki karakter yang dinamis pada setiap situasi.

Karena itu, Dahono mengingatkan, dalam perang bintang di Dapil Jabar 1 ini, parpol pengusung harus jeli memanfaatkan karakteristik calon pemilihnya. Dibutuhkan partai dengan caleg yang bisa mengimbangi selera milenial.

"Partai yang menerapkan demokrasi modern bisa mengambil hati publik dengan dialektika politik ala milenial. Tidak selamanya partai berbicara tentang ideologi. Tetapi menciptakan chemistry di kalangan anak muda, itu juga bagian dari menampung aspirasi," imbuh Dahono.

Sementara itu, Sekjen ormas Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Satyo Hadi Wibowo menyampaikan, artis bukan sekadar penggembira dalam pesta demokrasi lima tahunan. 

Baca juga : Gibran Dipanggil DPP PDIP, Ini Analisis Prof Tjipta

Banyak juga artis yang punya background akademisi. Malah, kemampuan public speaking yang dimiliki saat mereka menjadi artis, bisa menjadi modal penting untuk meyakinkan masyarakat.

"Yang harus digarisbawahi adalah jangan sampai mereka hanya dimanfaatkan oleh partai untuk mencari pendukung saja," ingat Satyo.

Diingatkannya, parpol selayaknya beradaptasi dengan generasi pemilih yang sudah bisa realistis pada eranya.

Memilih bukan karena mewarisi pilihan para pendahulunya, tetapi menemukan pilihannya karena kedekatan emosional dengan calegnya.

Artis yang menjadi calon wakil rakyat ini juga dinilai merupakan fenomena politik yang lazim terjadi pada pemilu sistem proporsional terbuka.

Ini adalah sebuah sistem di mana Pemilihan umum dengan persaingan terbuka pada masing-masing caleg mensosialisasikan elektabilitasnya sendiri.

Baca juga : Ganjar Muda Padjajaran Renovasi MCK Pondok Pesantren

Sistem proporsional terbuka yang selama ini dilaksanakan pada Pemilu Legislatif sebelumnya menjadi salah satu alasan hadirnya publik figur dan artis yang sudah dikenal publik sebelumnya.

Popularitas caleg lebih banyak berperan dibanding elektabilitas secara kualitatif.

Dalam beberapa bulan terakhir sedang ramai diperdebatkan sistem Pemilu legislatif seperti apa yang akan diterapkan dalam Pemilu serentak 2024 nanti. Beberapa partai politik mengajukan uji materi perubahan sistem pileg, dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup.

Apa pun hasil putusan MK, baik sistem proporsional tertutup atau terbuka, para kader dan caleg dari partai tetap harus berjuang bagi partainya untuk lolos ke Senayan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat NEWS24.CO.ID News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber : rm.id





Loading...