Tuesday, 16 Aug 2022

Garuda Indonesia Mencatat Kerugian Lebih dari USD 600 Juta di Quartal 3

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mencatat triliunan pendapatan US$568 juta atau sekitar Rp8 triliun hingga September 2021. Namun karena biaya yang dikeluarkan mencapai USD 1,29 miliar (Rp18), perseroan merugi sekitar USD 632 juta.

"Perusahaan masih mencatat kerugian operasional," kata Direktur Utama maskapai Irfan Setiaputra dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 16 November.


Read More : Sri Mulyani Klaim Jika Perekonomian Indonesia Mengesankan Dibandingkan Lainnya

Irfan mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh struktur biaya perusahaan yang sebagian besar merupakan biaya tetap. Maskapai ini juga mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat pandemi Covid-19.

Irfan juga melaporkan bahwa Garuda naik 2,3 juta penumpang hingga September. Hingga akhir tahun, maskapai memproyeksikan lalu lintas 3,3 juta, yang merupakan 17 persen dari volume penumpang 2019 sebelum pandemi.



Read More : Ini Kata Mendag Soal Harga Mie Instan: Harga Gandum Turun di September

Irfan berharap pendapatan perseroan mulai meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang seiring Indonesia mulai mengendalikan situasi pandemi, dengan kebijakan PPKM dilonggarkan.

Irfan mengatakan, informasi lebih detail terkait kinerja perseroan akan segera disampaikan dalam laporan triwulanan kuartal III-2021.





Loading...