Thursday, 22 Oct 2020

Beroperasinya Jalan Tol Permai Akan Membuat Harga Naik Baik Orang Maupun Barang

news24xx


Ruas tol Pekanbaru - Dumai.Ruas tol Pekanbaru - Dumai.

NEWS24.CO.ID, PEKANBARU - Pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 km dengan biaya Rp 12,18 triliun telah rampung dan diresmikan. Masyarakat dapat memanfaatkan jalan tol Permai ini.

Jokowi memastikan tol ini sudah bisa dioperasikan secara penuh sehingga dapat mendukung kegiatan produktif.

Pihak operator juga memutuskan untuk memulai operasional Tol Pekanbaru-Dumai pada Sabtu (26/9/2020) pukul 06.00 WIB. Pada saat operasional perdana ini, tarif tol yang diberlakukan masih Rp 0 alias gratis.

"Pasca diresmikan secara virtual hari ini oleh Presiden Joko Widodo, Jalan Tol ruas Pekanbaru - Dumai akan beroperasi mulai besok, Sabtu (26/9) pukul 06.00 WIB secara gratis atau belum berbayar hingga diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Penentuan Tarif Tol oleh Menteri PUPR," kata EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Muhammad Fauzan, ketika dikonfirmasi, Jumat (25/9/2020)

Kendati begitu, bukan berarti masyarakat bisa bebas keluar-masuk gerbang tol tanpa mekanisme yang berlaku. Pengguna tol tetap wajib membawa uang elektronik.

"Bagi pengguna jalan tol yang akan melintas tetap harus melakukan tapping dengan menggunakan kartu uang elektronik di Jalan Tol Pekanbaru - Dumai ini," imbuhnya.

Jalan bebas hambatan ini tentunya dapat dimanfaatkan bagi mobilitas barang dan orang. Dan tentunya sangat bermanfaat dalam hal waktu, akan tetapi tidak dalam hal biaya. 

Bagi pelaku usaha, jalan tol ini membuat mobilitas waktu semakin cepat. Dan begitu juga dengan pergerakan barang. Akan tetapi tidak dalam hal biaya.

Untuk mobiltas orang, pengakuan dari pihak travel menyebutkan untuk sementara waktu ini biaya yang dikeluarkan penumpang masih sama dengan jalan lama. Dan akan disesuaikan setelah diberlakukannya tarif tol.

"Saat ini masih sama bang, tapi nanti setelah berlaku tarif akan disesuaikan. Nanti akan mengikuti, dan tentu naik tarif travelnya," ungkap salah seorang pemilik biro perjalanan travel kepada news24coid (25/9)

Selain itu, pelaku usaha barang juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan untuk harga barang juga akan menyesuaikan dengan akan diberlakukannya tarif tol.

"Meskipun jarak dan waktu semakin cepat, misalnya jarak yang ditempuh dari Dumai - Pekanbaru 245 km semakin cepat. Dan waktu tempuh 4 jam menjadi 1,5 jam, tapi biaya tentu tidak menjadi murah," terang salah seorang pelaku usaha.

Diketahui, untuk kendaraan golongan I, biaya yang dikeluarkan pengguna disebutkan sebesar Rp 900 per kilometernya. Sedangkan untuk kendaraan angkutan barang golongan II - V lebih dari itu. 


Ruas ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. Tol Pekanbaru-Dumai terdiri atas 6 seksi tol yakni seksi 1 (Pekanbaru - Minas) sepanjang 9,5 KM , seksi 2 (Minas - Kandis Selatan) sepanjang 24,1 KM, seksi 3 (Kandis Selatan - Kandis Utara) sepanjang 16,9 KM, seksi 4 (Kandis Utara-Duri Selatan) sepanjang 26,5 KM, seksi 5 (Duri Selatan-Duri Utara) sepanjang 29,5 KM dan seksi 6 (Duri Utara-Dumai) sepanjang 25 KM.

Tol Pekanbaru-Dumai dilengkapi dengan 5 (interchange atau Simpang Susun (SS), 4 jembatan sungai yakni di Sungai Tekuana, Sungai Bangso, Sungai Sam-Sam dan Sungai Mandau yang akan memperlancar arus perjalanan kendaraan dari dan menuju ke arah Dumai, Riau. Tol dengan lebar jalur utama sepanjang 3,6 meter untuk tiap lajur ini dilengkapi oleh 7 Gerbang Tol (GT) yaitu GT Pekanbaru, GT Minas, GT Kandis Selatan, GT Kandis Utara, GT Pinggir, GT Bathin Solapan, dan GT Dumai.

Tol Pekanbaru-Dumai dapat menampung volume kendaraan sebanyak kurang lebih 6.900 kendaraan tiap harinya. Para pengguna nantinya dapat beristirahat di 10 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang terdapat disepanjang tol Pekanbaru-Dumai, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. TIP akan terbagi menjadi 2 (dua) tipe yakni Tipe A yang terletak di KM 14, KM 45, dan KM 82, sedangkan Tipe B terletak di KM 64 dan KM 13 (arah Pekanbaru).

TIP ini terbagi menjadi 2 tipe yakni Tipe A yang terletak di Seksi 2 (Minas - Kandis Selatan) KM 14,5 dan Seksi 3 (Kandis Selatan - Kandis Utara) KM 45. Sedangkan TIP Tipe B terletak di Seksi 4 (Kandis Utara - Duri Selatan) KM 64, Seksi 5 (Duri Selatan - Duri Utara) KM 82 dan Seksi 6 (Duri Utara - Dumai) KM 13.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengaku bangga atas diresmikannya proyek ini. Ia menyampaikan bahwa dalam pembangunannya, tol ini menjadi istimewa karena selain diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, disediakan pula 5 perlintasan Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di sepanjang Tol Perkanbaru-Dumai.

"Jalan tol ini memang melewati habitat gajah di Kabupaten Bengkalis. Underpass disiapkan agar jalur jelajah gajah tidak terputus, dengan demikian biodiversity Sumatra akan terpelihara. Untuk merancang jalur perlintasan gajah melalui underpass tersebut, Hutama Karya berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau," imbuh Budi.

Underpass perlintasan gajah di tol Pekanbaru-Dumai keseluruhannya berada di seksi 4 (Kandis Utara - Duri Selatan) dekat dengan Suaka Margasatwa Balai Raja. Adapun untuk di seksi 2 (Minas-Kandis Selatan) terdapat pula Jembatan Sungai Tekuana yang kerapkali disinggahi oleh 13 gajah Sumatra karena lokasinya yang tidak jauh dari Pusat Pelatihan Gajah Minas di Kabupaten Siak. Diperkirakan underpass tol Pekanbaru-Dumai dapat dilintasi hingga 100 ekor gajah. **





Loading...
Related News