Monday, 15 Jul 2024

Luncurkan Bali Statement Di COP28 Menteri ESDM Tenaga Hidro Tulang Punggung Ekonomi Rendah Karbon

news24xx


Luncurkan Bali Statement Di COP28 Menteri ESDM  Tenaga Hidro  Tulang Punggung Ekonomi Rendah KarbonLuncurkan Bali Statement Di COP28 Menteri ESDM Tenaga Hidro Tulang Punggung Ekonomi Rendah Karbon
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama International Hydropower Association (IHA) meluncurkan Bali Statement di Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28, Minggu (3/12/2023). Menyusul kesuksesan World Hydro Power Congress (WHC) 2023 di Bali, Oktober lalu.

WHC 2023 menyepakati Bali Statement tentang Powering Sustainable Growth, yang menegaskan kembali peran pembangkit listrik tenaga hidro sebagai tulang punggung strategi nasional, dalam membangun ekonomi rendah karbon.

"Saat ini, sebagian besar potensi pembangkit listrik tenaga hidro yang masih belum dimanfaatkan, ada di negara-negara berkembang," kata Arifin di Paviliun Indonesia, Expo City, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (3/12/2023).

Bali Statement memberikan empat rekomendasi kepada pemerintah seluruh dunia. Pertama, merencanakan kebutuhan energi di masa depan dengan lebih banyak variabel energi terbarukan.

Baca juga : Posting Bayi Badak Yang Baru Lahir, Menteri Siti Tegaskan Komitmen Konservasi

Kedua, memberikan insentif kepada tenaga hidro yang berkelanjutan, melalui mekanisme berbasis finansial dan pasar.

Ketiga, mengakselerasi pengembangan energi terbarukan, melalui proses perizinan yang transparan dan efisien.

Keempat, memasukkan praktik keberlanjutan tenaga hidro ke dalam regulasi dan kewajiban sektor keuangan.

Arifin menekankan, tenaga hidro memainkan peran penting dalam sistem energi di seluruh dunia. Sejalan dengan komitmen Paris Agreement, IEA dalam COP27, tenaga hidro juga mencegah emisi sekitar 3 gigaton (GT) CO2 per tahun, yang mewakili sekitar 9 persen emisi CO2 tahunan global.

Baca juga : Buka Seminar Internasional, Bamsoet Dorong Peningkatan Ekonomi Digital

Di Indonesia, tenaga hidro telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyediaan akses listrik yang terjangkau, sekaligus memperkuat pengelolaan air dan melestarikan daerah tangkapan air dalam sistem energi Indonesia selama satu abad terakhir.

"Indonesia memiliki potensi tenaga hidro lebih dari 95 gigawatt (GW), meski pemanfaatannya baru mencapai 7 GW," ujar Arifin.

Senada dengan Bali Statement, Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi dan kerja sama, dalam memanfaatkan potensi yang besar ini. Tidak hanya terbatas pada sumber tenaga hidro, tetapi juga mencakup potensi yang belum tergali dari luas permukaan bendungan, yang dapat dimanfaatkan untuk PLTS Terapung.

Arifin juga menyampaikan, Indonesia baru saja meresmikan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp, terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga : Serahkan Sertipikat PTSL, Menteri Hadi: 82 Persen Bidang Tanah Di Sidoarjo Sudah Dipetakan

PLTS ini dibangun di atas bendungan seluas 200 hektar, yang memiliki kapasitas PLTA sebesar 1 GW.

Saat ini, Indonesia juga tengah mengembangkan fasilitas pumped storage berkapasitas total 4x260MW di PLTA Upper Cisokan, Jawa Barat.

Pengembangan tenaga hidro diharapkan dapat menghasilkan listrik yang ramah lingkungan, meningkatkan stabilitas jaringan listrik, dan berkontribusi dalam membentuk masa depan energi berkelanjutan bagi generasi mendatang. Untuk itu, diperlukan kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro.

"Izinkan saya menyerukan berbagai pihak global, untuk mendorong kolaborasi inklusif dalam pengembangan tenaga hidro. Dengan cara ini, kita dapat memastikan, bahwa kita memiliki energi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan," pungkas Arifin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat NEWS24.CO.ID News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber : rm.id





Loading...