Wednesday, 18 May 2022

Orthorexia Nervosa, Perilaku Obsesi Pada Makanan yang Dianggap Sehat

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Orthorexia nervosa, merupakan istilah yang diciptakan oleh dokter asal Amerika Steven Bratman, MD pada tahun 1977. Perilaku ini ditandai dengan obsesi yang tidak sehat terhadap kualitas makanan saat seseorang menjalani diet. Dalam pengertian lain, ini merupakan gangguan kebiasaan makan di mana seseorang terobsesi terhadap makanan sehat dan menghindari makanan yang dianggapnya tidak sehat. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti “pola makan yang benar”.

Gangguan ini merayap perlahan namun pasti menghinggapi pikiran penderitanya. Bermula dari niat untuk menurunkan berat badan dan memiliki tubuh yang lebih sehat, penderita pun mulai mengubah pola makan dan menambahkan rutinitas olahraga harian. Berat badan pun akan turun hingga penderita pun menuai pujian dari orang di sekitarnya.


Read More : 5 Pose Wulan Guritno Olahraga: Tetap Fit di Umur 41 Tahun

Dorongan dopamin yang muncul karena pujian ini membuat penderita bahagia dan mulai membuat mereka memperhatikan apa yang mereka makan, menghitung kalori, dan memeriksa setiap makanan yang akan dikonsumsi. Tidak lama kemudian, gangguan ini akan membuat penderitanya tak bisa menikmati makanan enak atau kegiatan yang bersifat rekreasional lainnya. Jika mereka makan 1 potong kue saja, maka mereka akan menggantinya dengan olahraga mati-matian.

"Bagi penderita orthorexia nervosa, sejumput garam diukur, setiap gigitan makanan dihitung, dan lalu diganti dengan olahraga. Siklus ini berlangsung secara obsesif hingga penderita tak menyadari bahwa lama-kelamaan kesehatan tubuh dan pikiran mereka memburuk," terang penelitian yang dilansir dari Boldsky, Selasa, 22 Maret

Lantas, apa yang perlu dilakukan penderita untuk bisa sembuh?



Read More : Pecahkan Celengan Uang Receh di Galon Selama 2 Tahun, Pria Ini Berhasil Mengumpulkan Rp 11 Juta

Menyadur Psycom, Tidak ada perawatan yang dirancang khusus untuk penderita orthorexia. Tapi menurut National Eating Disorders Association, para ahli yang bergerak di bidang kesehatan mental sering melakukan tindakan pengobatan yang sama dengan anoreksia atau gangguan obsesif-kompulsif. 

Psikoterapi dapat membantu penderita mengubah pola pikir obsesif mereka tentang makanan dan pada saat yang sama, mengobati kondisi kesehatan mental yang menyertai, seperti depresi, gangguan panik, stres, hingga gangguan kecemasan. Selain itu, dukungan positif dari lingkungan terdekat seperti keluarga, pasangan, dan teman juga diperlukan agar penderita bebas dari gangguan ini.





Loading...