Monday, 18 Oct 2021

Jeff Bezos Masuk Indonesia Dengan Investasi Baru di Ula, E-Commerce B2B

news24xx


Foto : Jakarta GlobeFoto : Jakarta Globe
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Bezos Expeditions, sebuah perusahaan modal ventura, yang dimiliki oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, telah mengambil bagian dalam startup marketplace e-commerce bisnis-ke-bisnis Indonesia, pendanaan seri B Ula senilai USD 87 juta, menandai salah satu orang terkaya di dunia terjun ke dunia startup negara . 

Investasi tersebut juga mengekspos Bezos Expeditions ke pasar e-commerce business-to-business Indonesia, yang diperkirakan memiliki total nilai pasar $150 miliar. 

Bezos Expedition termasuk di antara beberapa investor dalam putaran pendanaan terbaru Ula, yang dipimpin oleh Prosus Ventures, Tencent, dan B-Capital. Investor lain seperti Northstar Group, AC Ventures, dan Citius juga terlibat dalam putaran pendanaan. 


Read More : Staf Sri Mulyani Klarifikasi Utang Tersembunyi Sebesar Rp245 Triliun ke China

Investor perusahaan sebelumnya, termasuk Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global, juga berpartisipasi dalam pendanaan Seri B ini.

Ula memperkenalkan pasar grosir untuk menyediakan kios ibu-dan-pop atau toko-toko kecil di seluruh Indonesia dengan teknologi, peralatan, dan keahlian yang sebanding dengan jaringan toko serba ada modern. Sejak diluncurkan tahun lalu, perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 70.000 toko di seluruh nusantara. 

“Pendanaan Seri B Ula, yang diumumkan hanya delapan bulan setelah pendanaan Seri A pada Januari, akan digunakan untuk berinvestasi dalam pertumbuhan kehadiran Ula di seluruh Indonesia, penambahan kategori baru, pengembangan layanan beli sekarang bayar nanti, serta sebagai pengembangan teknologi baru, infrastruktur logistik, dan rantai pasokan lokal," kata Riky Tenggara, co-founder dan chief operating officer Ula, dalam sebuah pernyataan, Senin. 

“Karena keterbatasan akses pemilik toko ke layanan perbankan tradisional dan ketergantungan mereka pada pendapatan sehari-hari, memilih antara membayar pembayaran nanti kepada pemasok memiliki manfaat yang luar biasa bagi mereka,” kata Riky.



Read More : Badan Pusat Statistik: Impor Indonesia Pada Bulan September Turun 2,67 Persen

Derry Sakti, co-founder dan chief commercial officer Ula, mengatakan perusahaan telah menetapkan tujuan untuk membantu "pemilik toko mempercepat proses pemulihan bisnis mereka karena Covid-19." 

Ia mengatakan fitur Ula akan menghilangkan kekhawatiran pemilik toko tentang pembelian barang, ketersediaan produk, atau bahkan pembayaran. 

Adrian Li, pendiri dan mitra pengelola AC Ventures, mengatakan Ula dapat memberdayakan 63 juta usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, membuat mereka lebih efisien dalam operasi mereka dan membuka akses kredit, penting untuk ekspansi mereka.  

 





Loading...