Wednesday, 28 Jul 2021

Temuan Studi Mengungkapkan Jika Covid-19 Membuat Orang Lebih Religius

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo

NEWS24.CO.ID - Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Kementerian Agama RI Achmad Gunaryo, Kamis, mengklaim studi terbarunya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menjadi lebih agamis di masa pandemi Covid-19.

Kajian yang dia maksud dilakukan oleh bagian penelitian dan pengembangan Kementerian. Kementerian menggunakan sampling kebetulan atau survei non-probable.


Read More : Komnas HAM Kutuk Prajurit yang Menginjak Kepala Orang Papua

“Survei kami yang dilakukan secara online pada 8 Maret – 17 Maret 2021, ditemukan mayoritas responden atau 81 persen merasa menjadi lebih religius sejak pandemi,” kata Gunaryo, mengutip situs resmi Kementerian, pada 22 Juli.

Selain itu, 97 persen responden juga merasa bahwa keyakinan atau agama mereka membantu mereka bertahan dari pandemi virus corona dan dampaknya yang lebih luas. Survei tersebut melibatkan 1.550 responden yang terdiri dari penderita Covid-19, penyintas, dan masyarakat umum di 34 provinsi di Indonesia.



Read More : Indonesia Akan Buka Rumah Oksigen Gotong Royong Bulan Agustus 2021



Secara rinci, ada 55,1 persen responden yang setuju bahwa Covid-19 telah mempengaruhi praktik keagamaan mereka dan 61,6 persen berpendapat bahwa pandemi yang berkepanjangan membuat mereka menemukan makna hidup.

Seperti disebutkan sebelumnya, 81 persen responden percaya bahwa mereka menjadi lebih religius sejak pandemi melanda negara itu dan 97 persen mengatakan keyakinan agama mereka membantu mereka secara psikologis selama pandemi. 89,4 persen mengatakan mendapat dukungan mental dan spiritual dari tokoh agama dan umat beragama. Hanya 22,1 persen responden mengaku mencari konseling psikologis atau keagamaan di tengah pandemi Covid-19.





Loading...