Monday, 20 Sep 2021

Ternyata Tidak Sulit, Ini 6 Cara Menanam Tabulampot Agar Cepat Berbuah

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Tabulampot adalah singkatan dari tanaman buah dalam pot. Menanam tanaman yang berbuah dan kemudian bisa dimanfaatkan buahnya untuk konsumsi di rumah bisa dilakukan dengan mudah. Tentunya Anda membutuhkan panduan lengkap dan singkat tentang cara menanam tabulampot.

Agar cepat berbuah, pemilihan tanaman buah, bibit, media tanam, ukuran pot, pemupukan dan perawatan, inilah penjelasannya.


Read More : Inilah Alasan Kenapa Nasi Padang yang Dibungkus Porsinya Lebih Banyak

1. Pilih jenis tanaman tabulampot
Ada berbagai jenis tanaman buah dalam pot yang bisa dipilih. Jenis buah yang paling umum antara lain jambu air, mangga, jeruk nipis, sawo, belimbing, alpukat, jambu biji, rambutan. Bisa juga menanam tanaman semusim seperti semangka, strawberry, melon.

Selain memilih jenis, Anda juga perlu memilih karakter tanaman sesuai dengan tempat ditanamnya. Jika Anda berada di dataran rendah yang cenderung lebih panas daripada dataran tinggi, pilihlah tanaman yang lebih fleksibel.

2. Pilih bibit tabulampot dengan benar
Bibit dari biji tidak dianjurkan untuk tabulampot. Karena tanaman berbiji membutuhkan waktu lama untuk berbuah. Agar tabulampot cepat berbuah, pilihlah benih yang diperbanyak secara vegetatif, seperti hasil okulasi, okulasi, dan okulasi.

3. Gunakan media tanam yang tepat
Tanaman buah dalam pot tidak memakan banyak tempat. Namun, perlu mempertimbangkan ukuran pot, mulai dari 50 hingga 100 liter. Jika tanamannya agak besar, maka pilihlah pot yang besar juga.

Jenis media tanam, bisa menggunakan tanah. Agar subur dan gembur, bisa dicampur dengan arang sekam. Potnya juga lebih bervariasi, mulai dari pot plastik, polybag, drum bekas, planter bag, pot batu, dan pot tanah liat.

4. Pemupukan
Dilansir situs resmi Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, kebutuhan unsur hara dan unsur hara untuk media tabulampot harus mencukupi. Pemupukan perlu dilakukan secara teratur berupa pemupukan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro seperti Ca, Mg, dan S.

Selain diberikan pupuk secara teratur, juga perlu diberikan suplemen tambahan yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan pembuahan.

Suplemen dapat berupa pupuk organik yang tidak mengeluarkan residu, seperti kompos organik. Suplemen cair juga dapat ditambahkan dan disemprotkan setiap 2 minggu.



Read More : 6 Pilihan Karir Dengan Peran Penting di Era Digital

5. Atur lokasi untuk memperhitungkan intensitas cahaya
Tidak semua jenis tanaman tabulampot menyukai intensitas sinar matahari yang tinggi. Ada tanaman yang tumbuh subur di lokasi yang teduh. Namun ada juga tumbuhan yang memiliki sifat sebaliknya. Jadi kenali tanaman yang Anda pilih agar Anda bisa mengukur dan menyesuaikan letak penempatan pot.

6. Perawatan rutin
Perawatan dilakukan untuk memeriksa pertumbuhan tanaman, fase berbunga hingga berbuah, menghindari hama, pemangkasan teratur, pemangkasan batang, dan cekaman air.

Pengecekan hama, bisa dilakukan minimal dua hari sekali. Sedangkan pemangkasan biasa hanya dilakukan untuk mengurangi daun yang sudah tua. Kemudian, pemotongan batang atau batang pohon berfungsi untuk merangsang tabulampot agar cepat berbuah.

Pemangkasan batang hanya dilakukan pada saat musim panen. Dan terakhir, melakukan cekaman air adalah mengurangi intensitas penyiraman dengan tujuan mengurangi pertumbuhan tunas baru yang terlalu masif dan merangsang pohon berbunga.

Stress air atau intensitas penyiraman dapat dilakukan setiap 10 hari sekali. Cara ini dilakukan setiap 3 bulan sekali setelah melakukannya bisa disiram seperti biasa.





Loading...