Thursday, 13 May 2021

Inflasi 0,13 Persen Pada April 2021, Dipicu Dari Harga Daging Ayam

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2021 mengalami inflasi 0,13 persen. Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tercatat 0,08 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan inflasi tahunan tercatat 1,42 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (ytd) pada tahun 2021 mencapai 0,58 persen. Lebih lanjut, menurut dia, pemicu tertinggi pada daging ayam adalah pada tingkat inflasi April sebesar 0,13 persen, mencapai hampir setengahnya.


Read More : Antam Masuk Industri Smelter Nikel, Jalin Mitra Baru

“Jika dilihat dari komoditi yang memberikan sumbangan inflasi 0,13 persen, ada komoditi daging ayam dengan pangsa 0,06 persen. Kemudian beberapa komoditi lainnya seperti minyak goreng, jeruk, emas, pepaya, ikan segar, dan rokok kretek mendapat pangsa 0,01. . persen, "ujarnya dalam jumpa pers virtual, Senin 3 Mei.

Kemudian, lanjut Setianto, beberapa bahan makanan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit, menyumbang deflasi terbesar hingga 0,05 persen. Komoditi lain yang terkena deflasi adalah cabai merah dan bawang merah masing-masing 0,02 persen. Sedangkan untuk komoditi beras, bayam dan kangkung masing-masing sebesar 0,01 persen.

Setianto mengatakan dari 90 kota IHK yang dipantau BPS, 72 kota mengalami inflasi, sisanya 18 kota. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen.



Read More : Bank Indonesia Diam-diam Melakukan Proyek Investasi Di Akhirat, Apa Itu?

Lebih lanjut Setianto menjelaskan, inflasi kota di Sulawesi Utara tersebut disebabkan oleh sejumlah komoditas seperti ikan sorihi, cakalang, dan cabai rawit.

Kemudian inflasi terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar minus 1,26 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Tanjungpandan yaitu minus 0,02 persen.

“Kalau dilihat dari komoditasnya ada ikan ekor kuning, cakalang, tomat, dan kangkung. Ini komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi di Jayapura,” ujarnya.





Loading...