Monday, 19 Apr 2021

Konglomerat Chairul Tanjung Berbagi Tips Sukses: Cari Mitra Bisnis!

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Konglomerat Chairul Tanjung memiliki beberapa tips dalam mengatur pola keuangan dengan baik. Seperti dikutip dari Instagram, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) @lps_idic, ada tiga tips yang dikemukakan bos CT Corp.

Pertama, disiplin. Dalam bukunya yang berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong, disiplin adalah hal terpenting dalam menghasilkan uang. Chairul Tanjung juga disiplin mencatat semua pengeluaran dan pemasukan.

Kedua, agar tidak terjebak, Chairul Tanjung berusaha memainkan modalnya agar terus berkembang. Bahkan dulu Chairul Tanjung pernah membuka usaha fotocopy di bawah tangga kampusnya.

Ketiga, temukan patner bisnis. Masalah utama yang paling sering terjadi jika ingin berwirausaha adalah kurangnya modal.

“Dalam hal ini, mencari rekanan adalah cara terbaik agar bisnis yang dijalankan terus berkembang. Namun, untuk mendapatkan rekanan bisnis dibutuhkan sistem bagi hasil yang sesuai,” ungkap tip dari orang terkaya ke-9 di Indonesia itu. , seperti dikutip VOI, Selasa 6 April.


Read More : Ini Saran Menteri Perhubungan Budi Karya Agar Perusahaan Maskapai Selamat Dari Pandemi

Beberapa waktu lalu, pria yang akrab disapa CT ini menyebutkan tiga tips bertahan hidup para pelaku usaha di era pandemi COVID-19. Menurutnya, yang pertama selalu menjaga optimisme, yang kedua mampu memanfaatkan peluang terkecil, dan yang ketiga menciptakan peluang.

CT mengibaratkan, kondisi saat ini seperti berjalan di gang gelap yang masih mencari titik terang di ujung sana karena belum ada kepastian kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

"Ada yang mengatakan pandemi akan berakhir dalam dua tahun, empat tahun, atau 10 tahun lagi, saat ini kami belum tahu kapan akan berakhir," kata pria yang akrab disapa CT ini, seperti dikutip dari Antara, Senin, Februari 2020. 8.

Oleh karena itu, kata dia, trik utama bagi pelaku usaha adalah selalu menjaga optimisme. Dengan menjaga optimisme tersebut, menurutnya, ke depan kita bisa melihat peluang sekecil apapun.

“Sudah undang-undang bahwa setiap krisis akan memperkecil peluang. Sekarang ini terkait dengan cara kedua, sekecil apa pun peluang harus ditangkap,” kata mantan Menteri Koordinator Perekonomian yang menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 itu. 

Jika karena kondisi pandemi semakin menutupi celah bisnis, termasuk di dunia media massa, maka tip ketiga adalah menciptakan peluang bisnis.



Read More : Pecahkan Rekor Sejak 1992, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Mencapai 18,3 Persen Di Kuartal Pertama 2021

“Kalau tidak ada peluang, apa yang harus dilakukan? Lalu ciptakan peluang usaha. Ini prinsipnya kalau mau jadi wirausaha,” kata pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini.

CT mengakui bahwa hal tersebut memang mudah untuk diucapkan tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Namun, dimulai dengan optimisme, dia yakin semuanya bisa dilakukan.

Dan secara teori tidak ada yang namanya tantangan, misalnya untuk menghadapi suatu tantangan harus mengambil langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada solusinya. Sehingga harus dicari solusi dari suatu tantangan yang disesuaikan dengan karakter dari tantangan tersebut. daerah dan medianya masing-masing, "kata CT.

CT mencontohkan, peluang yang saat ini terbuka adalah produk TV digital yang hanya memiliki beberapa kamera yang harganya berkisar Rp. 5 juta, bisa melakukan bisnis yang menjanjikan. Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tapi sekarang bisa dengan mudah memanfaatkan kanal digital seperti Youtube.

 





Loading...