Monday, 19 Apr 2021

Jangan Takut Jika Anda Merasakan Gejala Aneh Usai Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya...

news24xx


Foto : KompasFoto : Kompas

NEWS24.CO.ID - Ketua Komisi Nasional Perhimpunan Kegiatan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir jika mengalami gejala setelah mendapat vaksinasi COVID-19.

“Kalau ada gejala aneh pasca imunisasi, artinya vaksinnya mujarab, dan tubuh membentuk respons. Jadi ada reaksi. Gejalanya sudah diamati,” kata Hindra dalam siaran YouTube Kementerian RI. Kesehatan, Minggu, 4 April.

Hindra mengatakan, pihaknya telah mengamati sejumlah gejala yang muncul pasca vaksinasi mulai dari uji klinis praklinis, fase 1, fase 2, fase 3 hingga saat ini. Sekarang, proporsinya masih dalam batas aman.


Read More : Vitamin Apa yang Anda Butuhkan Agar Tetap Fit Untuk Berpuasa? Berikut Daftarnya

“Kami melihat laporan yang masuk, seperti demam, pusing, muntah, mual, lemas, nyeri otot, ada yang tidak nafsu makan, ada yang nafsu makan, kami catat laporan reaksi medis yang masuk. Ini adalah reaksi di mana tubuh peka dengan benda asing yang masuk mengadakan reaksi kekebalan, ”kata Hindra.

Kemudian, jika terjadi peningkatan proporsi gejala, Komnas KIPI akan memberikan peringatan dan rekomendasi. Misalnya, ini memberikan reaksi yang lebih dari biasanya, jadi kami harus menangguhkan sementara sambil memeriksa bukti. Kalau sudah aman bisa dilanjutkan lagi, ”terangnya.

Sebelumnya, Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas COVID-19, menyarankan masyarakat yang mengalami gejala efek samping pasca vaksinasi untuk melakukan kompres dan minum banyak air.



Read More : Jenis Makanan Yang Baik Dikonsumsi Agar Cepat Hamil

“Nyeri dan ketidaknyamanan setelah divaksinasi bisa diredakan dengan beberapa upaya, seperti mengompres area suntikan atau memastikan hidrasi yang tepat,” kata Wiku.

Wiku meminta masyarakat untuk tidak khawatir jika mengalami gejala setelah vaksinasi. Ini dikenal sebagai peristiwa tindak lanjut pasca imunisasi (KIPI).

“Setelah proses vaksinasi dilakukan, ada dua peluang terjadinya kejadian yang tidak diharapkan, yaitu KIPI atau reaksi merugikan atau efek samping,” ujarnya.





Loading...