Monday, 19 Apr 2021

Keuangan Vatikan Merosot, Paus Memutuskan Untuk Memotong Gaji Para Kardinal

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI

NEWS24.CO.ID - Paus Francis telah memutuskan untuk memotong gaji para kardinal dan pendeta. Perintah itu disampaikan Paus Fransiskus sebagai bagian dari upaya Vatikan menjaga keseimbangan pembukuan selama pandemi COVID-19.

Mulai April, gaji para kardinal akan dipotong sepuluh persen. Mereka diperkirakan menerima gaji 5.900 atau sekitar Rp. 85 juta per bulan serta akomodasi bersubsidi.

Vatikan memperkirakan defisit 50 juta euro atau lebih dari Rp853 miliar tahun ini. Penghasilan mereka anjlok karena penutupan museum dan tempat wisata lainnya selama pandemi.

Meski begitu Paus menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memecat orang di masa ekonomi yang sulit. Penurunan gaji ditetapkan dengan keputusan.


Read More : Ini Saran Menteri Perhubungan Budi Karya Agar Perusahaan Maskapai Selamat Dari Pandemi

Isi ketetapan itu dijelaskan dalam surat apostolik yang menyebutkan tentang pemotongan gaji secara proporsional per 1 April.

Dampak COVID-19 pada keuangan Vatikan
Vatikan sebelumnya telah mengumumkan dampak negatif dari keadaan darurat kesehatan akibat COVID-19 pada semua sumber pendapatan untuk Takhta Suci - badan pimpinan Gereja Katolik Roma - dan Vatikan.

Paus juga telah mengeluarkan undang-undang (UU) baru yang dirancang untuk meningkatkan transparansi mengenai keuangan Vatikan. Ini mengikuti serangkaian skandal di bank-bank Vatikan dan klaim salah urus.

Mengenai pemotongan gaji, surat apostolik itu juga mengatakan keputusan itu diambil untuk "melindungi berbagai pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung".

Dikutip BBC, banyak analis dan pers melihat keputusan Paus untuk melindungi nasib pekerja biasa. Banyak kardinal yang berbasis di Vatikan tinggal di sana atau di apartemen di Roma dengan harga sewa di bawah harga pasar.

Banyak pastor dan suster Vatikan tinggal dalam komunitas religius yang memberi mereka perlindungan lebih besar dari kemerosotan ekonomi. Sebagian besar kardinal diyakini menerima gaji hingga sekitar Rp 85 juta setiap bulan dan kerap mendapat akomodasi bersubsidi.



Read More : Pecahkan Rekor Sejak 1992, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Mencapai 18,3 Persen Di Kuartal Pertama 2021

Di sisi lain, pegawai biasa Vatikan, seperti polisi, petugas kebersihan dan petugas pemeliharaan, tinggal di Roma dan menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi. Juru bicara Vatikan, yang dikutip kantor berita Reuters, mengatakan sebagian besar karyawan awam tidak akan terpengaruh oleh kebijakan pemotongan gaji.

Sebelumnya pada bulan Maret, pejabat tinggi ekonomi Vatikan memperingatkan Takhta Suci bahwa mereka mungkin harus menggunakan 40 juta euro sebagai cadangan untuk tahun kedua berturut-turut sebagai akibat dari pandemi.

Pendapatan tahun ini diperkirakan turun 30% dari tahun 2020. Tujuan wisata populer, Basilika Santo Petrus dan Museum Vatikan ditutup atau hanya dibuka sebagian tahun lalu karena pandemi.

Vatikan berharap dapat membuka kembali museum tersebut bulan ini. Tetapi kebijakan penguncian Italia berarti mereka harus tetap tutup.





Loading...