Sunday, 07 Mar 2021

Kisah Warga Bengkulu yang Melihat 2 Harimau Masuk ke Perkebunan Cabai, Awalnya Mengira Kucing Hutan

news24xx


Foto : LINE TodayFoto : LINE Today

NEWS24.CO.ID - Polda Mukomuko Provinsi Bengkulu mengatakan, sejak beberapa hari terakhir ini, 2 ekor harimau Sumatera yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung masuk ke ladang warga di Desa Lubuk Bangko, Kabupaten Selagan Raya.

Dilansir dari VOI, kedua harimau itu masuk ke ladang cabai merah milik warga Desa Lubuk Bangko, Kecamatan Selagan Raya. Ladang cabai merah ini berada di persawahan di kawasan ini, ”kata Kapolsek Mukomuko AKBP Andy Arisandi, di keterangan di Mukomuko dilansir Antara, Selasa 23 Februari.



Read More : Istri Konglomerat Hary Tanoesoedibjo, Liliana Tanoesoedibjo, Terserang Demam Sinetron Ikatan Cinta

Ia menyebutkan, dua warga di kawasan ini yang bertemu dengan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), yakni Jubir (32) yang berpidato di Desa Aur Cina dan Kangoro (22), warga Desa Lubuk Bangko, Kecamatan Selagan Raya. Apa ceritanya?

Sekitar pukul 19.30 WIB Senin, 22 Februari kemarin, juru bicara dan Kangoro bermalam di kebun cabai di persawahan Narangko sebelum bendungan Desa Lubuk Bangko.

Kemudian Narangko berada di bawah gubuk dan melihat dua ekor harimau yang terdiri dari satu harimau dewasa dan satu anak harimau.

Pada awalnya Narangko melihat anaknya dan mengira itu adalah kucing hutan dan ketika dia melihat dari dekat dia melihat seekor harimau besar dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.

Setelah mengetahui bahwa itu adalah harimau, Narangko lari ke dalam gubuk dan menghubungi keluarga dan warga di desanya, kemudian setengah jam kemudian datang rombongan 100 orang yang menjemput orang tersebut.



Read More : Walikota Gibran Rakabuming Bahas Desain Masjid Agung Surakarta, Mampu Menampung 10 Ribu Jamaah Dengan 3 Kubah Mirip Masjid Agung Abu Dhabi

“Warga dalam kondisi aman dan sehat bersama rombongan warga yang menjemputnya. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya dilakukan langkah menghubungi TNKS untuk mengundang BKSDA memeriksa lokasi kejadian, mengimbau kepada kepala desa agar warga tidak membunuh harimau dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan anggota masyarakat untuk tidak mendekati lokasi.





Loading...