Sunday, 07 Mar 2021

Rencana Pembangunan Jalan Flyover Panorama Sitinjau Lauik

news24xx


Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama Asisten Deputi (Asdep) Kemenko Maritim dan Investasi beserta rombongan, Kepala Bappeda Sumbar, Kepala Balitbang, PUPR, Balai PUPR dan instansi terkait dari Kota Padang meninjau lokasi pembangunan flyover Panorama Sitinjau Lauik.Wagub Sumbar Nasrul Abit bersama Asisten Deputi (Asdep) Kemenko Maritim dan Investasi beserta rombongan, Kepala Bappeda Sumbar, Kepala Balitbang, PUPR, Balai PUPR dan instansi terkait dari Kota Padang meninjau lokasi pembangunan flyover Panorama Sitinjau Lauik.

NEWS24.CO.ID, PADANG - Jalan nasional yang menghubungkan Padang dan Solok beredar gambar visual maket perencanaan pembangunan flyover Sitinjau Lauik. Rencana pembangunan jalan ini ditanggapi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyebutkan itu merupakan usulan dan telah lama direncanakan. Usulan tersebut disampaikan kembali kepada perwakilan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Djoko Hartoyo selaku Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi saat hadir dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur Sumbar di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (29/1/2021) kemarin.

"Pembangunan flyover ini diusulkan karena daerah Panorama 1 dan 2 Sitinjau Lauik merupakan daerah rawan kecelakaan," ujar Nasrul Abit dalam keterangannya pada Sabtu (30/1) kemarin.

"Pembangunan flyover ini masuk dalam usulan prioritas dan mendesak untuk jalan dan pembangunan di Sumbar pada tahun 2021 ini. Jadi rencana flyover di kawasan ini dapat memperlancar hubungan antara Padang dengan daerah lainnya," terang dia. 

Dikatakan Wagub, flyover itu membutuhkan biaya diperkirakan untuk Panorama 1 sebesar Rp 1,163 triliun dan Panorama 2 sebesar Rp 2,051 triliun dengan biaya APBN. Jika jalan ini terwujud nantinya, maka dapat memperlancar arus barang dan penumpang.

Nasrul Abit juga menyebutkan, saat ini tengah dilakukan proses pemetaan. Pemetaan dilakukan untuk jalur sepanjang 5,6 kilometer. Flyover ini nantinya berupa jembatan yang melewati kelokan-kelokan patah.

"Kita bahkan telah membuat rencana pembangunan jalan flyover di kawasan Indarung menuju Kabupaten Solok, menjadi usulan prioritas dan mendesak jalan dan jembatan di Sumbar tahun 2021 kepada Kemenko Kemaritiman," katanya.

Jika melihat ke belakang, rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Hal itu terlihat dari foto team Skyscraper city @westsumatra_ssci, yang merupakan maket rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik di Panorama 1 dan 2 beberapa tahun lalu.

Jalan nasional yang menjadi akses utama kota Padang menuju Kabupaten Solok ini memang tergolong jalanan ekstrim dan rawan kecelakaan, jalan sempit dan berliku dengan tikungan dan tanjakan/turunan curam, ditambah lagi pada bagian sisi kiri kanan jalan yang setiap saat bisa menebar bencana, sisi tebing yang rawan longsor dan jurang dengan kedalaman puluhan meter.

Rute jalanan Sitinjau Lauik ini juga rawan macet, yang disebabkan karena longsor, kecelakaan dan lainnya. Ini menjadi tantangan setiap pengguna jalan baik kendaraan berat maupun ringan.

Dalam data di Satlantas Polda Sumbar, jumlah kecelakaan selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan, meninggal 19 orang, luka berat 9 orang, luka ringan 111 orang.

Disamping flyover Sitinjau Lauik, diakui Nasrul Abit, pemprov Sumbar dulu juga pernah merencanakan membangun flyover di kawasan Lembah Anai, namun belum ada tindak lanjut. []

 





Loading...