Tuesday, 27 Oct 2020

Hasil Survei, Jalur Dharmasraya - Riau Jadi Feeder Tol Baru

news24xx


Survey jalur Dharmasraya - Riau. /IstSurvey jalur Dharmasraya - Riau. /Ist

NEWS24.CO.ID - Tim pemerintah pusat dan daerah dari dua provinsi, yakni Riau dan Sumatera Barat, telah melakukan survei awal soal usulan jalan langsung dari Dharmasraya, Sumatra Barat ke Indragiri Hulu, Riau pada Selasa (13/10/2020). 

Hasilnya, tim merekomendasikan lebih memungkinkan membangun feeder tol di jalur yang menghubungkan dua daerah tersebut.

Tim yang turun adalah dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dinas pekerjaan umum dari Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi, Riau dan Pemkab Dharmasraya, Sumbar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dharmasraya, Junaedi Yunus mengatakan, hasil survei jalan antara Dharmasraya - Rengat sepanjang 116 kilometer saat ini statusnya adalah jalan kabupaten dan jalan provinsi.

"Untuk meningkatkan status jalan menjadi jalan nasional agak sulit karena dana APBN terbatas. Sehingga bisa memakan waktu lama pelaksanaan peningkatan konstruksi jalan," kata Junaedi, dari laman langgam.id, Sabtu (17/10/2020)

"Karena itu, tim mengusulkan agar jalur tersebut langsung menjadi feeder tol, atau tol penghubung ke Jalan Tol Trans Sumatra atau JTTS di Riau," sebut dia.

"Pintu tol langsung di Dharmasraya dan sampai ke Rengat berupa jalan tol," lanjutnya.

Dalam laporan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahahan Rakyat (PUPR), menurutnya, tim merekomendasikan rute/trase baru dan perlu pembebasan tanah dan lahan milik masyarakat. Pembiayaan untuk jalur ini akan lebih memungkinkan tidak menggunakan APBN. Tetapi melalui masuk dalam proyek investasi JTTS.

Junaedi mengatakan, lahan yang akan dibebaskan, bukan perkampungan atau lahan pertanian, tetapi lahan perkebunan masyarakat dan perusahaan.

"Sebagian besar lokasi adalah perkebunan korporasi dengan status tanah Hutan Produksi Konversi (HPK), juga ada perkebunan milik swasta. Data titik-titik rute lokasi hasil survey akan disiapkan laporannya," terang dia. 

Kementerian PUPR, menurutnya, meminta Dharmasraya, Sumbar dan Riau membuat pra fisibility study secara terintegrasi. Hal ini sebagai dasar teknis untuk pengusulan ke kementerian PUPR.

Surat pengusulan feeder tol ini, sebelumnya, juga sudah disampaikan ke Menteri PUPR oleh bupati dharmasraya. 

"Dalam laporannya, balai jalan selanjutnya akan menindak lanjuti sesuai disposisi pimpinan di Kementerian PUPR terkait langkah koordinasi lanjutan yang diperlukan," pungkas Junaedi. **

 





Loading...