Friday, 05 Jun 2020

Indonesia Terserah, Pemerintah Melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19 Tidak Lagi Akan Umumkan Kasus Positif, Meninggal, dan Sembuh

news24xx


Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

NEWS24.CO.ID, Jakarta - Penumpukan masyarakat mulai terjadi ditempat-tempat umum. Hal ini dikarenakan pemerintah pusat dan daerah tidak lagi membatasi ataupun menghentikan operasional di bandara, terminal, pusat perbelanjaan, mal, dan lainnya.

Terkait hal itu, tim gugus Covid-19 melalui juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyesali dan menyampaikan akan tidak lagi mengumumkan jumlah kasus Covid-19, terutama jumlah kasus positif, meninggal, maupun pasien sembuh terkait Covid-19 setiap hari.

Jubir Covid-19, Yutianto menyampaikan pemerintah hanya akan mengumumkan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP).

Kebijakan itu akan dilakukan terkait perubahan metode terhadap penyampaian informasi jumlah ODP dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Indonesia.

“Kami hanya laporkan kasus ODP seluruh Indonesia yang sedang kami pantau hari ini, yakni 45.047 orang,” kata Yuri, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, Yuri mengatakan jumlah PDP yang diawasi sejauh ini di seluruh Indonesia berjumlah 11.422 orang. Dia menjelaskan, hasil tersebut didapat dari pemeriksaan terhadap 190.660 spesimen yang diambil dari 143.035 orang dari laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebaran kasus tersebut telah terjadi di 34 Provinsi dan 389 Kabupaten/Kota di Indonesia. Meski demikian, Yuri tidak menjelaskan alasan mengenai perubahan metode pemaparan data ODP dan PDP yang dilakukan pihaknya mulai hari ini.

Berdasarkan hasil data yang lama, Yuri memberikan penambahan jumlah ODP secara keseluruhan saat pengumuman dan dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Meski demikian, Yuri selalu menegaskan bahwa sebagian besar dari pasien-pasien yang diumumkan tersebut telah selesai dipantau oleh pihak-pihak yang terkait dengan penanganan Covid-19. (*)





Loading...