Sunday, 22 Sep 2019

Kecewa, Prabowo Harusnya Ajak Diskusi Elemen Pendukungnya Terlebih Dahulu

news24xx


Prabowo SubiantoPrabowo Subianto

NEWS24.CO.ID -   Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seharusnya mengudang terlebih dahulu elemen pendukungnya sebelum bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Elemen itu terdiri dari ulama, relawan dan emak-emak yang kecewa atas pertemuan dengan Jokowi

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, elemen ini tidak hanya sekadar memberikan suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, namun rela berkorban waktu, logistik dan finansial.

"(Harusnya ada pembicaraan dulu) mulai dari tokoh parpol sampai pada simpul-simpul masyarakat yang ada. Selain itu, Prabowo juga secara khusus perlu bicara dengan tokoh-tokoh agama yang mendukungnya selama ini," ujar Saleh saat dihubungi wartawan, Minggu (14/7/2019).

Saleh menambahkan, tidak baik meninggalkan begitu saja para tokoh agama yang selama ini ada di barisan pendukung Prabowo-Sandi. Sebab, pengaruh mereka sangat besar dalam mendulang suara pasangan tersebut di Pilpres 2019. 

Bahkan, mereka juga mengadakan beberapa kali ijtima’ ulama untuk membela dan mendukung Prabowo-Sandi. "Tentu sangat tidak baik jika mereka ditinggalkan begitu saja, ajaklah mereka bicara dan dengar apa kata mereka. Kenapa ketika pilpres yang begitu ketat, Prabowo selalu datang dan mendengar mereka, lalu setelah selesai begini kok malah seakan pergi tanpa pesan?" kata dia.

Namun demikian, Saleh berpendapat, pertemuan itu tetap harus diapresiasi karena bisa saja membawa keteduhan politik. "Tetapi atas semua itu, pertemuan tersebut tetap perlu diapresiasi, semoga saja bisa membawa keteduhan. Semoga saja Prabowo akan mengajak dan mendengar mereka-mereka yang selama ini ikhlas mendukungnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menyebutkan, pertemuan pada Sabtu kemarin adalah hak Prabowo. "Itu adalah hak dia. Kami belum menentukan sikap karena belum membahasnya. Santai-santai saja," kata Yusuf saat dihubungi wartawan, Sabtu (13/7/2019).

Yusuf pun menyebutkan, memang barisannya sudah sudah tidak berada dalam barisan Prabowo usai Pilpres digelar. "(Pilpres 2019) Selesai, ya sudah," tutur Yusuf.

Yusuf pun menyebutkan, pihaknya tidak pernah berada dalam satu kongsi dengan Prabowo-Sandi. Dia mengatakan GNPF Ulama hanya berada dalam jalur perjuangan yang sama pada Pilpres 2019 lalu. "Tidak pernah kongsi. Satu alur perjuangan, iya," kata Yusuf.

Seperti diketahui, Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT, Jakarta, Sabtu siang (13/7/2019). Mereka lalu menyantap makan siang bersama di bilangan Senayan, Jakarta. Jokowi dan Prabowo sudah tidak tampak seperti rival. Mereka bersalaman, berpelukan, dan berbincang seraya diselingi gelak tawa. (Bisma Rizal)





Loading...