Friday, 07 Aug 2020

Sebanyak 1.330 Ekor Burung yang Dilepasliarkan BKSDA Riau

news24xx


Pelepasliaran spesies burung. /Dok BBKSDA Riau.Pelepasliaran spesies burung. /Dok BBKSDA Riau.

NEWS24.CO.ID, Pekanbaru - Pada hari ini, Ahad (5/7/2020) sekira pukul 10.30 Wib, Tim Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Seksi Wilayah II melepasliarkan 1.330 ekor burung.

Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat Desa Buluh Cina serta mengajak anak-anak usia sekolah dasar di sekitar Desa tersebut. Hal ini sekaligus sebagai upaya edukasi pada anak-anak untuk mencintai satwa liar khususnya burung dan mengetahui jenis jenis satwa burung yang dilindungi.

Dalam informasinya, Kepala BKSDA Riau Suharyono menjelaskan dari 1.330 ekor burung tersebut, terdiri dari 1.015 ekor jenis Prenjak Jawa dan 315 ekor jenis Gelatik Batu. 

Suharyono mengatakan satwa-satwa tersebut merupakan hasil penyitaan dalam opersasi peredaran TSL Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Seksi Wilayah II pada Sabtu malam, 4 Juli 2020 dengan menggagalkan perdagangan satwa burung yang tidak dilengkapi dengan dokumen sah.

"Sayangnya, dari jumlah 1.330 ekor burung yang dipelepasliarkan kali ini, terdapat 88 ekor yang mati, ini terdiri dari 80 ekor jenis Prenjak Jawa dan 8 ekor jenis gelatik Batu," sebut Suharyono.

"Kegiatan pelepasliaran ini sebagai pembelajaran kepada masyarakat agar hewan-hewan tersebut dapat berkembangbiak di alam dan dapat menikmati kebebasannya," pungkasnya. ***





Loading...