Saturday, 29 Jan 2022

Gugus Tugas Sebut Kasus COVID-19 Dapat Meningkat 70.000 - 400.000 di Gelombang ke-3

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Gelombang ketiga Covid-19 pada libur akhir tahun diperkirakan mencapai 70.000 kasus untuk skenario sedang dan 400.000 kasus untuk skenario terburuk. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Data dan TI Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah saat konferensi pers online “Analisis Gelombang ke-3 COVID-19 di Indonesia”, Senin.

Prediksi potensi peningkatan kasus tersebut dilakukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dengan menggunakan data dan variabel terkait penanganan COVID-19 di Indonesia, ungkapnya. Dalam skenario ideal, dengan menggunakan variabel sudah terbentuk herd immunity, mobilitas masyarakat yang relatif rendah, penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan tidak ada varian baru, kasus aktif diprediksi terus menurun hingga awal tahun 2022, dia berkata.


Read More : Mengenal Penyakit OCD seperti yang Diidap Aliando Syarief

Namun, skenario ini telah dihilangkan karena varian baru Omicron telah muncul dan kekebalan kawanan diperkirakan tidak akan terbentuk pada Desember 2021, tambah Aisyah.

Skenario kedua menunjukkan potensi kasus aktif mencapai puncaknya sekitar 70 ribu, dengan belum terbentuk herd immunity, mobilitas penduduk yang tinggi, dan kepatuhan masyarakat yang baik terhadap protokol kesehatan, ujarnya.

“Kami belum membentuk herd immunity karena target vaksinasi belum tercapai 70 persen pada Desember 2021. Mobilitas masyarakat kami cukup tinggi, namun penerapan protokol kesehatan kami juga baik. Dengan skenario ini, mungkin ada 70.000 kasus baru,” ujarnya. dijelaskan.

Skenario ketiga memprediksi 260 ribu kasus baru jika imunitas kelompok tidak terbentuk, mobilitas masyarakat tinggi, dan ada kelalaian dalam penerapan protokol kesehatan, ujarnya.

Kesenjangan antara puncak diprediksi untuk gelombang ketiga dan gelombang kedua cukup lebar, dengan selisih dipatok 200 ribu kasus, kata Aisyah. Tingkat kepatuhan protokol kesehatan akan memainkan peran utama dalam penghitungan kasus, tambahnya.



Read More : 4 Tips Ahli Mencegah Obesitas

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan guna mencegah peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan.

Sementara itu, dalam skenario terburuk, dia memperkirakan Indonesia akan memiliki 400 ribu kasus baru jika kekebalan kelompok tidak terbentuk, mobilitas masyarakat tinggi, penerapan protokol kesehatan rendah, dan muncul varian baru yaitu 40 persen hingga 50 persen lebih. menular dari sebelumnya.

Namun, potensi lonjakan kasus aktif di gelombang ketiga diperkirakan akan tetap lebih rendah daripada yang terjadi pada pertengahan 2021, katanya. Hal ini dikarenakan cakupan vaksinasi COVID-19 di masyarakat lebih luas dibandingkan dengan pertengahan tahun 2021, jelasnya.





Loading...
Related News