Sunday, 20 Jun 2021

Selaput Dara, Antara Mitos dan Fakta, Berikut Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Tidak Ingin Terjerumus ke Dalam Fitnah

news24xx


Foto : MstarFoto : Mstar

NEWS24.CO.ID - HAMPIR memasuki tahun 2022, namun pemikiran segelintir orang masih bisa dikategorikan kuno. Buktinya, masih ada sebagian dari kita yang mengaitkan selaput dara dengan keperawanan wanita.

Pertanyaannya, adakah cara untuk menilai kesucian seorang wanita hanya dengan 'menilai' kondisi selaput dara. Seharusnya, seorang wanita yang tidak mengalami pendarahan setelah pertama kali melakukan hubungan seksual, kemudian dikatakan sudah tidak perawan lagi.

Menjelaskan masalah sensitif ini, dokter kandungan Dr Imelda Balchin melalui postingannya di Facebook menjelaskan fakta dan mitos tentang selaput dara, sehingga mampu mengungkap tanda tanya yang melanda benak masyarakat kita.


Read More : Seks Saat Hamil Muda, Ini Posisi Aman Yang Bisa Dicoba

Mari kita lihat tiga kesalahpahaman tentang selaput dara!

Fakta atau Mitos

1) Selaput dara menutup pintu vagina wanita sepenuhnya dan hanya akan pecah setelah hubungan seksual pertama - Mitos

2) Selaput dara yang menutup pintu vagina pasti akan mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan intim. - Mitos

3) Semua wanita yang telah robek selaput dara atau tidak memiliki selaput dara, tidak perawan lagi dan telah melakukan hubungan seks. - Mitos.



Read More : Ternyata, 10 Faktor Ini yang Bikin Sulit Mencapai Orgasme

Sementara itu, kata Dr Imelda, selaput dara juga bisa pecah jika seorang perempuan atau perempuan aktif dalam olahraga seperti bersepeda, senam, menunggang kuda meski belum pernah berhubungan seks. Olahraga aktif juga bisa menyebabkan selaput dara pecah.

“Ada juga wanita yang pertama kali melakukan hubungan seksual setelah menikah tetapi selaput dara tidak robek seluruhnya, hanya lubang yang ada akan meregang (melar) dan menjadi agak besar tapi tidak berdarah dan selaput dara masih tertinggal di sana,” ungkapnya. pos.

Dia menambahkan bahwa lubang yang ada bisa meregang lebih besar jika gadis itu memakai tampon. Namun, kata dia, penggunaan tampon tidak berbahaya selama tidak dibiarkan dalam waktu lama tanpa diganti lebih dari 8-12 jam untuk mencegah infeksi bakteri.

"Jika wanita menggunakan tampon, jangan memfitnah mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak perawan lagi. Jika seorang wanita berhubungan seks pertama kali setelah menikah dan tidak ada pendarahan, jangan fitnah dengan mengatakan wanita ini telah melakukan seks bebas sebelum menikah. Jika wanita memiliki selaput dara penuh (selaput dara imperforata) maka ini merupakan masalah yang tidak normal dan perlu diperbaiki oleh dokter spesialis Gynae dengan pembedahan,” tambahnya.





Loading...