Thursday, 13 May 2021

Anies Akui 99 Persen Kebutuhan Pangan Jakarta Disuplai Dari Luar Daerah

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui 99 persen kebutuhan pangan masyarakat ibu kota dipasok dari luar daerah.

Saat mengunjungi panen padi di Cilacap, Jawa Tengah, Anies mengucapkan terima kasih kepada BUMD Food Station dapat bekerjasama dengan produsen beras Gapoktan Sumber Makmur dalam pengadaan kebutuhan beras di Jakarta.

“Kolaborasi ini merupakan upaya multi-segi, bagi kami di Jakarta 99 persen kebutuhan pangan dipasok dari luar dan kami memiliki ketergantungan yang sangat tinggi dan Jakarta bersyukur bisa bersinergi dengan Cilacap untuk menyiapkan ketahanan pangan bagi warga di sekitarnya. modal, "kata Anies di Cilacap, Jumat 16 April.


Read More : Cari Tahu 6 Alasan Mengapa Rumah Anda Masih Bau Meskipun Rutin Dibersihkan

Anies menuturkan, kegiatan panen bersama ini merupakan kerjasama antar daerah. Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Gapoktan Sumber Makmur berperan dalam penyiapan lahan dan pengadaan petani, sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Food Station memberikan berbagai pendampingan kepada petani dan pembeli hasil pertanian.

Anies meyakini kolaborasi ini akan saling menguntungkan pergerakan ekonomi di kedua kawasan. Sebab, menurut dia, kebutuhan beras warga Jakarta akan terpelihara, dan petani di Cilacap bisa meningkatkan kesejahteraannya.

“Kami berharap pergerakan ekonomi di Jakarta dapat dirasakan manfaatnya di berbagai daerah melalui kerjasama ini, salah satunya panen padi untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta. Pada akhirnya kami berharap akan ada suasana keadilan sosial yaitu agar masyarakat Jakarta memiliki harga beras yang terjangkau, dan yang terpenting petani di Cilacap merasakan peningkatan kesejahteraan,” jelas Anies.



Read More : Wajah Galak Tapi Penyayang, Berikut 5 Fakta Menarik Kucing Sphynx

Diketahui, kerjasama Food Station dan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap merupakan bentuk kerjasama yang dirintis pada 2018 dengan luas areal persawahan 250 hektar; pada 2019 akan meningkat menjadi seluas 500 hektar; pada tahun 2020 seluas 850 hektar; dan target kerjasama tahun 2021 seluas 1.000 hektar.

Dengan produktivitas rata-rata 5,7 ton / hektar dan potensi hasil 5,700 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 2.964 ton padi dengan Varietas Ciherang, Metik Wangi, dan Emerging.





Loading...