Monday, 26 Oct 2020

Hadir di Tepian Sungai Siak Pekanbaru, Bagaimana Limbah Medis Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II

news24xx


Ruang rawat inap RSA Nusa Waluya II.Ruang rawat inap RSA Nusa Waluya II.

NEWS24.CO.ID, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal bantu operasional Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II. Beberapa hari ke depan, kapal yang dijadikan fasilitas kesehatan yang bersandar di Pelabuhan Pelindo di Sungai Siak Kota Pekanbaru itu akan segera beroperasi dan memberi pelayanan kesehatan bagi warga Pekanbaru.

Pengelola Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II, Yayasan Dokter Peduli berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dan beroperasi bukan bagi pasien covid-19. 

"Kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terapung yang merupakan bakti sosial dari dokter peduli. Kita rapat terkait surat permohonan dukungan dari pengelola rumah sakit terapung," kata Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan.

Ada beberapa hal yang harus didukung agar rumah sakit terapung itu beroperasi secara optimal. Pertama menyangkut penyediaan bantuan-bantuan sosial. 

"Artinya, mereka datang dalam bentuk bakti sosial, jadi nanti mungkin akan ada seperti operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan gratis, dan itu akan dikoordinasikan dengan dinas sosial yang bekerjasama dengan dinas kesehatan," terang Azwan.

Selain itu kata Azwan, mungkin dukungan seperti tenaga medis atau dukungan yang lain. Dukungan kedua yaitu terkait bahan bakar minyak (BBM). 

"Mereka juga memerlukan rekomendasi minyak subsidi, dan kita sudah berikan rekomendasi dan itu sudah diurus oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau yang berkoordinasi dengan Kota Pekanbaru," ungkap dia.


Terkait limbah medis yang akan ditimbulkan, dijawab Azwan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan turut berperan untuk mengkoordinasikannya. Sedangkan untuk keamanan dalam operasional nanti, Pemko akan menyurati Kepolisian dan Satpol PP Pekanbaru.

"Fokusnya adalah bagaimana rumah sakit terapung ini beroperasional secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Pekanbaru ini," ujar dia.

Terkait waktu operasional rumah sakit itu akan dimulai, pihaknya belum memastikan. Akan tetapi, Ia merencanakan dalam waktu dekat ini sudah bisa beroperasi.

"Insya Allah, dalam waktu dekat surat-menyuratnya maupun rencana operasionalnya sudah siap. Dalam sehari dua hari ini saya kira rumah sakit terapung sudah bisa beroperasi," jelasnya.

Dalam informasi lainnya, rencana mulai beroperasi RSA Nusa Waluya II ini akan dimulai pada akhir bulan September 2020. Dan hadir untuk melayani warga selama 3 bulan. Pengobatan yang akan diberikan nantinya tanpa dipungut biaya atau gratis.

RSA Nusa Waluya II adalah hasil kolaborasi antara Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE dengan PT. Multi Agung Sarana Ananda. Kapal ini melaksanakan program penyediaan layanan kesehatan primer.

Fasilitas RSA ini setara dengan rumah sakit tipe C. Adapun fasilitas yang terdapat dalam RSA ini dilengkapi dengan apotik, UGD, ECG, USG, Laboratorium, Radiologi, dua kamar bedah ICU, ruang resusitasi, ruang konsultasi klinik gigi, ruang klinik mata, ruang pemeriksaan pasien.

Selain itu juga terdapat 30 kamar untuk pelayanan medis dasar dan lanjutan termasuk bedah minor dan mayor dan terdapat 50 tempat tidur untuk rawat inap. **





Loading...