Monday, 06 Apr 2020

Gabungan Mahasiswa UIN Unjuk Rasa, Rektor UIN Membela Diri

news24xx


Gabungan mahasiswa UIN Suska unjuk rasa, dan tidak diizinkan masuk karena sterilisasi pada Kamis (5/3/2020).Gabungan mahasiswa UIN Suska unjuk rasa, dan tidak diizinkan masuk karena sterilisasi pada Kamis (5/3/2020).

NEWS24.CO.ID,PEKANBARU - Mahasiswa UIN Suska melakukan unjuk rasa sehari menjelang kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Sekitar 200 orang menuntut Rektor Akhmad Mujahidin turun dari jabatannya. 

Unjuk rasa disebabkan adalah dugaan atas berbagai kecurangan yang dilakukan rektor seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.⠀

Namun, awalnya, mahasiswa dilarang masuk karena kampus tengah dilakukan sterilisasi. Tapi, akhirnya Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin menerima mahasiswa untuk berdialog di lobi rektorat.

Akhmad Mujahidin pun membela diri terkait mangkraknya beberapa pembangunan gedung di lingkungan kampus UIN Suska Riau seperti gedung laboratorium, gedung dosen, dan masjid.

"Tolong catat baik-baik. Saya jadi rektor baru 1 tahun 6 bulan. Tangan saya belum pernah tanda tangan proyek pembangunan. Bangunan yang Anda lihat itu, itu bangunan pemerintahan sebelum saya," ucapnya saat menanggapi tuntutan aksi demonstrasi oleh mahasiswa UIN Suska Riau, Kamis (5/3/2020) sore.

"Masjid itu, dalam tiga tahun anggaran (2012, 2013, 2014) menghabiskan anggaran Rp49 miliar. Tiga kali APBN, satu kali APBD. APBD-nya Rp9 miliar," sebut Akhmad.

"Masjid yang dibangun pakai dana pemerintah, enggak sama kayak masjid-masjid lain. Kalau ada kerusakan, banyak prosedurnya. Harus lapor ke sana sini dulu. Terakhir ke menteri. Barulah menteri menurunkan tim investigasi," terangnya.

"Saat ini, masjid kita lagi diinvestigasi PUPR. Apakah masih layak dilanjutkan pembangunannya. Sebab kerusakannya sudah sangat parah. Makanya saya putuskan menutup masjid dan memindahkan kegiatannya ke Islamic Center. Karena waktu kena puting beliung, saya ada di situ. Saya tahu rasanya dan mikir kalau ibadah terus kerobohan kubah yang beratnya 6 ton, buat apa?" tambahnya.

Seperti yang diketahui, masjid UIN adalah proyek sejak 2012 yang hingga kini belum selesai. Dan hingga kini masjid masih ditutup dan kubahnya berlubang akibat hantaman angin kencang beberapa waktu lalu. Selain itu, eksterior masjid juga terlihat masih amburadul. Sehingga, semua kegiatan keagamaan dipindahkan ke gedung Islamic Center UIN Suska.

Selain masjid, Akhmad Mujahidin juga membahas gedung dosen di sebelah Fakultas Syariah dan Hukum. Ia mengatakan anggaran yang habis mengerjakan proyek itu sebesar Rp42 miliar.

"Ketika saya diangkat jadi rektor, proyek itu sudah ada pemenang tendernya. Saya hanya menyaksikan tanda tangan kontrak. Itu PT. Citra Prasasti Konsorindo yang mengerjakan," ungkap dia.

"Tapi proyeknya tidak selesai. Dan setelah penambahan waktu pun, per 31 Maret 2019 proyek itu enggak selesai. Progresnya cuma 64 persen. Sisa dananya Rp14 miliar dan harus kembali ke kas negara. Dan sekarang, sama kayak masjid, sedang dilihat PUPR," lanjut penjelasannya.

"Untuk gedung perkuliahan di Fakultas Peternakan dan gedung laboratorium di depan ini telah selesai. Tapi listriknya belum masuk sebab salah perencanaan," terang dia.

"Dalam kontraknya ada, tapi kontraktornya enggak mengerjakan. Ini sama saja penyakitnya. Jadi praktis, selama saya menjabat, saya belum pernah tanda tangan kontrak pembangunan fisik. Kecuali rehab-rehab kecil," lanjutnya.

Ia mewanti-wanti agar kabar ini tidak tersebar keluar sebab ia takut menjadi fitnah. Padahal, ia tahu benar UIN sedang sterilisasi menyambut kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan tentu saja banyak sekali pihak eksternal kampus yang mendengar ucapannya.

"Saya ngomong apa adanya. Saya buka semua. Tapi ingat, mohon ini internal ya. Cukup di dalam. Jangan setelah ini di upload, nanti jadi fitnah lagi. Repot juga saya," belanya.

 





Loading...