Wednesday, 23 Oct 2019

Gubernur Bank Sentral EMEAP Sepakati Penguatan Koordinasi Kebijakan di Kawasan

news24xx


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi WaluyoDeputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo

NEWS24.CO.ID - Gubernur Bank Sentral yang tergabung dalam  EMEAP menyepakati penguatan koordinasi kebijakan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan keuangan global di tengah meningkatnya proteksi perdagangan.

 Demikian hasil pertemuan Gubernur Bank Sentral EMEAP di Shenzhen, Tiongkok, pada 29-30 Agustus 2019.

Dalam pertemuan tersebut, para Gubernur sepakat bahwa meningkatnya tensi perdagangan berdampak terhadap ekonomi global, sehingga diperlukan komunikasi dan diskusi terkait perumusan kebijakan Bank Sentral yang efektif guna memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan di kawasan.

 

Pada kesempatan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan 2 (dua) langkah yang ditempuh Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pertama, bauran kebijakan yang meliputi kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran disertai upaya pendalaman pasar keuangan dan peningkatan peran ekonomi dan keuangan syariah.

 Kedua, koordinasi dan komunikasi kebijakan, baik dengan Pemerintah dan otoritas lainnya maupun penguatan kerjasama di antara Bank Sentral di kawasan.

 

Selain itu, Dody Budi Waluyo juga menekankan pentingnya Bank Sentral di kawasan bekerja sama dan berkolaborasi dengan lembaga internasional untuk mengantisipasi perkembangan teknologi finansial yang pesat dan memitigasi dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan termasuk terhadap transmisi kebijakan bank sentral.

 

Para Gubernur Bank Sentral juga mendiskusikan upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi masing-masing negara di tengah perlambatan ekonomi global, termasuk perlunya mendukung pengembangan UMKM dan sustainable finance serta upaya otoritas menyikapi perkembangan teknologi finansial yang pesat dan fragmentasi di pasar keuangan. (Bisma Rizal)





Loading...
Related News