Wednesday, 19 Jun 2019

Pasar Tanah Abang Menghadapi Kerugian Rp 200 Miliar Pasca Kerusuhan

news24xx


Foto : InternetFoto : Internet

NEWS24.CO.ID - Aktivitas ekonomi di Pasar Tanah Abang mengalami penurunan pasca kerusuhan yang menyebar ke daerah tersebut. Anarki berawal dari massa di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan M.H. Thamrin, pada hari Selasa, 21 Mei, dan pindah ke Tanah Abang hingga Petamburan, Slipi.

Operator pasar PD Pasar Jaya memutuskan untuk menutup pusat perbelanjaan untuk menghindari dampak dari kerusuhan. Selain itu, polisi dan massa bentrok di jalur utama pasar, Jalan Jati Baru.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan kerugian dari penutupan diperkirakan mencapai Rp200 miliar, berdasarkan omset harian pasar.

Arief meminta bantuan polisi untuk tindakan pengamanan. “Blok A dan Blok B dijaga oleh 160 perwira dan tambahan 100 agen bola personel TNI,” katanya pada hari Rabu, 22 Mei, menambahkan bahwa 49 penegak hukum berjaga di Blok F dan 9 petugas di Blok G.
Hampir semua akses jalan ke Pasar Tanah Abang tidak ada batas setelah kerusuhan. Jalan KH Mas Mansyur yang biasa tersumbat oleh kendaraan sudah kosong kemarin. Hanya sejumlah kendaraan pribadi terlihat melewati daerah yang menuju Cideng, Karet, atau Slipi.

Massa menggelar unjuk rasa di depan markas Bawaslu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan penghitungan akhir yang menunjukkan Jokowi - Ma'ruf Amin memenangkan pemilihan presiden 2019 pada Selasa pagi. Mereka menganggap pemilu itu curang dan menuntut Bawaslu menjalankan investigasi.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED