Wednesday, 19 Jun 2019

Bank Indonesia : Game Daring Asing Dapat Mengimbangi Neraca Pembayaran

news24xx


IlustrasiIlustrasi

NEWS24.CO.ID - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan game online yang dikembangkan oleh negara-negara asing berpotensi menghambat neraca pembayaran (BoP) Indonesia jika terdaftar dalam perhitungan BoP. Mirza menilai ada banyak milenium bermain video game melalui internet. Di China sendiri, jumlah pengguna game online mencapai 700 juta orang.

“Apakah game online tercatat di BoP negara? Semoga begitu. Tapi belum diketahui, yang pasti, uang Indonesia mengalir ke luar negeri, ”kata Mirza di gedung BI, di Jakarta, Kamis, 27 Maret.

Menurutnya, jika mengunduh satu game online membutuhkan setengah dolar AS atau Rp7.000, angkanya akan besar ketika biayanya dikalikan dengan hanya 2 juta pengguna. Karena itu, Mirza berharap mahasiswa atau para insinyur di perguruan tinggi terkenal di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Gadjah Mada, dapat mengembangkan game yang menarik.

Industri di Indonesia, lanjutnya, harus dikonversi ke sektor manufaktur, pariwisata, dan dunia digital. "Jadi saat ini kita perlu memperkuat soft skill," Mirza menyimpulkan.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV





Related News