Sunday, 21 Apr 2019

Jerry Ng Mundur Dari BTPN Saat Bank Tersebut Bergabung Dengan SMBCI

news24xx


Jerry Ng Jerry Ng

NEWS24.CO.ID - Jerry Ng secara resmi mengundurkan diri dari perannya sebagai presiden direktur Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), setelah melakukan perbaikan signifikan pada bisnis pemberi pinjaman secara keseluruhan dan berfungsi sebagai kekuatan pendorong di balik merger antara BTPN dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) .

Jerry, yang lahir di Kalimantan pada tahun 1965, membawa perubahan signifikan pada bisnis BTPN. Dia memperluas fokus bank dari hanya berfokus pada dana pensiun hingga memasuki segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan pasar massal.

Dari 2007 hingga 2018, aset BTPN tumbuh dari Rp 10,6 triliun (USD 759,21 juta) menjadi Rp 101,9 triliun sementara penyaluran pinjaman naik menjadi Rp 68,1 triliun pada Desember 2018 dari Rp 7,85 triliun pada 2007. Dana pihak ketiga bank (DPK) juga meningkat menjadi Rp 80,5 triliun dari Rp 8,08 triliun.

Di tengah era gangguan digital, BTPN terus berinovasi dengan menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Sejauh ini, kreditur telah menciptakan dua platform perbankan digital, yaitu BTPN Wow! dan Jenius.

BTPN Wow! menyediakan branchless banking yang ditujukan untuk menjangkau populasi yang tidak memiliki rekening bank, sementara Jenius adalah platform perbankan digital yang berfokus pada penargetan kelas konsumen.

Melalui investasi besar dalam layanan perbankan digital, BTPN mengklaim telah mampu memangkas biaya operasional menjadi Rp 3,48 triliun pada periode Januari hingga Desember 2018, turun 12 persen dari Rp 3,93 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut menyebabkan pendapatan operasional bersih lebih tinggi dari Rp 5,2 triliun, meskipun pendapatan operasinya hanya tumbuh 2 persen menjadi Rp 10,2 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal bank berdiri di 25 persen, rasio kredit macet di 1,24 persen dan rasio pinjaman terhadap deposito di 96 persen.

Sebagian karena penurunan pendapatan operasional, BTPN mampu membukukan laba bersih Rp 1,97 triliun pada tahun 2016, naik 61 persen dari Rp 1,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Sejak awal tahun ini, kami telah fokus pada proses konsolidasi kami untuk menyelesaikan merger dengan SMBCI. Kami bersyukur bisa menyelesaikan semua ini sambil memposting kinerja yang positif, ”kata Jerry.

Setelah Jerry mengundurkan diri dari posisinya, Ongki Wanadjati Dana diangkat sebagai presiden direktur baru untuk BTPN. Ongki akan memimpin entitas baru setelah merger dengan SMBCI, yang akan menyatukan hampir 20.000 karyawan dan total 796 cabang.

Pada pernyataan resmi tertanggal 30 Januari, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mengumumkan bahwa merger antara BTPN dan SMBCI akan efektif pada hari Jumat. Merger akan memungkinkan SMBC Group untuk fokus menangkap pertumbuhan pasar negara berkembang utama, termasuk Indonesia, dalam jangka menengah dan panjang.

"Dengan mengintegrasikan waralaba BTPN [di mana SMBC telah berinvestasi sejak 2013) dan SMBCI, kami akan mengoperasikan bisnis perbankan komersial penuh di Indonesia yang melayani segmen grosir dan eceran," menurut pernyataan itu.

BTPN akan menjadi perusahaan yang bertahan setelah merger dan SMBCI akan secara otomatis tidak ada lagi oleh hukum dan tanpa likuidasi. Nama resmi BTPN akan diubah dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional saat ini menjadi PT Bank BTPN Tbk mulai Jumat. Logo SMBC akan ditambahkan ke logo baru bank hasil merger.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV