Sunday, 20 Jan 2019

Konsentrat Freeport Berkurang Turun Seiring Turunnya Produksi

news24xx


Freeport IndonesiaFreeport Indonesia

NEWS24.CO.ID - Ekspor konsentrat tembaga Freeport Indonesia diperkirakan akan terjun bebas setelah penurunan produksi tahun ini. Direktur pengembangan bisnis mineral dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan bahwa produksi konsentrat Freeport sebesar 1,2 juta ton tahun ini telah turun dibandingkan dengan tahun lalu 2,1 juta ton.

"Sekitar 200.000 di antaranya diekspor dan satu juta di antaranya diproses di smelter di Gresik," kata Yunus di markas Kementerian ESDM, Rabu, 9 Januari.

Sebagai perbandingan, Freeport mampu menghasilkan 270.000 ton bijih tembaga setiap hari yang digunakan untuk menghasilkan 2 juta ton konsentrat. Dari jumlah itu, 1,2 juta ton diekspor dan 800.000 di antaranya diproses di pabrik peleburan Gresik di Jawa Timur.

Yunus menjelaskan bahwa penurunan produksi Freeport terutama disebabkan oleh pergeseran dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah di Tambang Grasberg.

Presiden Direktur Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tambang bawah tanah Grasberg belum menghasilkan bijih sebelum tahun 2023 dan menegaskan bahwa itu bukan karena menipisnya cadangan mineral.

 

 

 

NEWS24.CO.ID/RED/DEV