Monday, 05 Dec 2022

Efek Gas Air Mata Dirasakan Lebih Berat pada Anak-anak

news24xx


Efek Gas Air Mata Dirasakan Lebih Berat pada Anak-anakEfek Gas Air Mata Dirasakan Lebih Berat pada Anak-anak
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID , JAKARTA -- Kerusuhan di penghujung laga Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menyisakan duka begitu dalam.

Dilaporkan rata-rata korban mengalami sesak napas karena gas air mata dari polisi, yang membuat supporter berlarian menuju pintu kelur dan kemudian berdesak-desakan.

Berdasarkan laporan kepolisian setempat tercatat 131 orang meninggal dalam peristiwa tersebut, termasuk anak-anak.

Dokter Spesialis Anak, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A menuturkan, efek gas air mata jauh lebih berat dirasakan anak-anak ketimbang orang dewasa.

"Kapasitas paru yang masih terbatas membuat efek gas air mata jadi lebih berat dirasakan oleh anak-anak," kata dia mengutip cuitan di Twitter atas izin yng bersangkutan, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Warga Malang Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Dokter anak di RS Mayapada Jakarta Selatan ini pun mengingatkan, agar orangtua tidak mengikutsertakan anak-anak dibawah 5 tahun terutama bayi untuk ikut nonton pertandingan bola secara langsung.

"Jangan bawa anak nonton bola langsung di stadion, jika usia anak masih di bawah lima tahun, apalagi bayi. Suara riuhnya pertandingan langsung bisa merusak pendengaran bayi," pesan dokter Denta. 

Menurutnya, menonton pertandingan apalagi yang digelar malam hari bersama anak bukanlah hal yang menyenangkan bagi anak.

"Karena terlalu melelahkan buat anak juga. Gak usah juga bawa anak untuk nonton pertandingan dengan risiko rusuh tinggi. Selalu hindari kerumunan," ungkap dokter lulus FK UGM ini.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM





Loading...