Saturday, 20 Aug 2022

Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Diduga Ada Paksaan Ibu Melahirkan dengan Proses Normal

news24xx


Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Diduga Ada Paksaan Ibu Melahirkan dengan Proses NormalKasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Diduga Ada Paksaan Ibu Melahirkan dengan Proses Normal
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Beredar kisah pilu di Tiwtter tentang seorang ibu di Jombang yang harus kehilangan buah hatinya lantaran keputusan rumah sakit.

Cerita itu dibagikan oleh akun Twitter @MinDeisya pada Minggu (31/7/2022). Ia mengisahkan pelayanan buruk yang diterima oleh istri adik sepupunya saat melakukan persalinan di RSUD Jombang.

Cuitan tersebut langsung viral dan membuat tagar boikot RSUD Jombang trending di Twitter. Pihak RSUD pun telah memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut. Inilah informasi selengkapnya, seperti dilansir dari Boombastis.


Read More : 2.000 Narapidana di Lapas Jakarta Terima Remisi Kemerdekaan

Rohma kesusahan mengejan, jabang bayi meninggal

MinDeisya menceritakan Rohma Roudotul Jannah mengalami kontraksi pada Kamis (28/7/2022). Kemudian puskesmas merujuk Rohma ke rumah sakit. Menurutnya, perawat puskesmas sudah memberikan surat rujukan agar Rohma dapat melakukan operasi caesar. Namun, pihak rumah sakit justru menyarankannya untuk lahiran secara normal.

 

Di tengah proses persalinan, Rohma ternyata sudah tak kuat mengejan. Hanya kepala bayi yang berhasil keluar, sedangkan pundak bayi masih tersangkut dan meninggal dunia. Akhirnya dokter melakukan pemisahan kepala bayi. Setelah itu, bayi langsung dikuburkan oleh ayahnya.

RSUD Jombang beberkan kondisi pasien

Dokter Vidya Buana yang menjabat sebagai Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang mengatakan, Rohma dirujuk ke rumah sakit karena adanya indikasi keracunan kehamilan.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, kondisi Rohma baik dan sudah masuk ke fase aktif. Hal itu berarti sudah ada pembukaan jalan lahir dan kepala bayi sudah masuk ke dasar panggul.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter mengetahui bahwa jalan lahir Rohma sudah berada pada fase bukaan tujuh sehingga dokter memutuskan persalinan secara normal.

Tak ada rujukan operasi caesar dari Puskesmas Sumobito

zxc2

Dokter Vidya menegaskan tak ada rujukan dari Puskesmas Sumobito yang menyebutkan bahwa Rohma harus dioperasi caesar.

Surat rujukan itu menyebut bahwa Rohma mengalami keracunan kehamilan.

Ia mengatakan tak ada tenaga kesehatan yang bisa memastikan bahwa Rohma nanti harus dioperasi. Rohma sudah mengidap tekanan darah tinggi sebelum masa kehamilan.

Namun, dr. Vidya mengatakan tekanan darah Rohma dinyatakan masih normal sebelum persalinan, sehingga kondisi Rohma dinyatakan memenuhi syarat untuk melahirkan secara normal.

Dokter lakukan tindakan atas persetujuan suami pasien

Saat terjadi kemacetan proses melahirkan, pihak RSUD langsung mengerahkan tiga dokter spesialis, yakni dr. Subur, dr. Joko, dan dr. Iwan. Vidya menjelaskan ketiga dokter sudah melakukan berbagai cara namun masih tetap macet. Tim dokter saat itu mempunyai tiga pilihan untuk menyelamatkan nyawa Rohma.

Pertama tubuh bayi dipaksa keluar namun jalan bayi robek, kedua memisahkan organ-organ bayi sehingga tubuh bayi menyusut dan bisa ditarik keluar, dan ketiga memotong kepala bayi melalui operasi. Akhirnya tim dokter memilih untuk memotong kepala bayi atas izin dari suami Rohma, Yopi Widianto.



Read More : Bank Indonesia Luncurkan 7 Uang Kertas Rupiah Baru

Polisi selidiki dugaan malpraktik RSUD Jombang

Yopi Widianto melaporkan kasus yang menimpanya ke SPKT Polres Jombang pada Senin, 1 Agustus 2022.

Kepolisian akan memeriksa sejumlah saksi termasuk Rohma. Kasatreskirm Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, kepolisian akan meminta pertimbangan dari Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Perawat Indonesia untuk menilai apakah terdapat dugaan malpraktik. Polisi meminta masyarakat tak menghakimi tindakan tenaga kesehatan sebelum adanya putusan bersalah.

Kasubag Humas RSUD Jombang dr. Fery Dewanto mengatakan pihak rumah sakit sudah menjelaskan kepada keluarga pasien dan menyampaikan permintaan maaf.

Sementara itu, kondisi Rohma disebut sudah membaik. Dokter Fery berharap kasus persalinan normal yang mengakibatkan kematian bayi bisa menjadi pelajaran bagi pihak rumah sakit.

 





Loading...
Related News