Saturday, 20 Aug 2022

Ahli Sebut Efek Bekas Luka Pandemi, Pekerja Sektor Informal Capai Angka Tertinggi Sepanjang Mas

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Teguh Dartanto dalam sebuah acara, Rabu, 27 Juli 2022, menyebutkan tenaga kerja Indonesia di sektor informal mencapai 59,97 persen hingga Februari tahun ini. Dia percaya bahwa situasi seperti itu menimbulkan komplikasi.

“Pekerja sektor informal kita hampir mencapai 60 persen dan saya pikir ini bukan hal yang baik karena banyak komplikasi dari pembagian ini,” kata Dartanto dalam acara yang digembar-gemborkan Satgas T20 5 di Jakarta pada 27 Juli.


Read More : Kenaikan Inflasi Tak Terelakkan Jika Pemerintah Naikkan Harga Bahan Bakar Minyak Bersubsidi

Menurut dia, persentase pekerja ini meningkat dari 56,64 persen sebelum masa-masa awal pandemi Covid-19 di tahun 2020. Jumlah ini terus meningkat hingga saat ini baru menyentuh 60 persen pada 2022. 

Ia berpendapat, maraknya pekerja sektor informal merupakan efek parut dari pandemi, terutama setelah banyak orang yang merupakan pekerja bisnis beralih ke sektor ini yang tidak memberikan perlindungan hukum yang memadai sebagai pekerja. Itu termasuk pekerjaan bergaji rendah dan perlindungan sosial yang terbatas. 



Read More : Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Fluktuatif

Data tambahan menunjukkan bahwa pandemi telah menyebabkan setidaknya 5,4 juta pekerja tidak lagi berpartisipasi dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan). 





Loading...