Monday, 27 Jun 2022

Greenpeace Desak Pemerintah Audit Perusahaan Kelapa Sawit

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Pengamat lingkungan Greenpeace bersama sejumlah ormas menuntut transparansi izin pengusahaan lahan (HGU) guna mengevaluasi industri hulu minyak goreng. Juru kampanye hutan Greenpeace Sekar Banjaran Aji menilai perkebunan sawit di Nusantara sebagian besar dikuasai oligarki.

“Yang terjadi di industri minyak goreng sangat mesum karena diisi banyak oligarki,” kata Sekar kepada wartawan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis, 2 Juni 2022.


Read More : Perampokan Dunia Maya Makin Sadis, Perusahaan Kripto Lapor 100 Juta Dolar AS Dicuri

Menurutnya, dengan membeberkan detail HGU tersebut, pemerintah bisa mengevaluasi seluruh persoalan hulu di industri minyak goreng. Publik juga bisa menilai bagaimana pengelolaan sawit selama ini.

“Kepemilikan lahan sangat besar. Sampai saat ini kami masih mempertanyakan transparansi HGU perusahaan sawit tersebut,” kata Sekar.



Read More : Bank Indonesia: Transaksi Elektronik Mei 2022 Capai Rp32 Triliun



Greenpeace bersama Sawit Watch, Asosiasi Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Lembaga Penelitian dan Advokasi Kebijakan (ELSAM), Greenpeace Indonesia, dan Pengacara Kepentingan Umum Indonesia Network (Pilnet) telah mengajukan gugatan terhadap Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Sekar berharap gugatan itu bisa menjadi langkah awal evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola industri sawit oleh pemerintah. “Jadi sawit tidak lagi menjadi ancaman bagi hutan Indonesia,” pungkasnya.





Loading...