Wednesday, 18 May 2022

2 Faktor Penyebab Harga Minyak Dunia Turun Menjadi USD 102 Per Barel

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Harga minyak dunia turun di awal perdagangan Asia pada Selasa, 10 Mei, dan menambah penurunan 6 persen di sesi sebelumnya. Pelemahan harga komoditas dipicu antara lain oleh lockdown di China yang merupakan importir utama minyak dunia.

Penurunan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh potensi gangguan ekonomi di Eropa yang pada gilirannya memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan komoditas energi tersebut.


Read More : Mendag Belum Cabut Larangan Ekspor CPO

Minyak mentah Brent turun 36 sen atau 0,3 persen, pada US$105,58 per barel pada 0009 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 23 sen, atau 0,2 persen, menjadi $102,86 per barel. Harga minyak acuan turun lebih dari awal sesi tetapi mengurangi kerugiannya. Kedua kontrak tersebut masih naik sekitar 35 persen sepanjang tahun ini.

Pasar keuangan memperhatikan kekhawatiran bahwa pembatasan lebih lanjut impor minyak Rusia karena invasi negara itu ke Ukraina dapat menimbulkan masalah ekonomi bagi beberapa negara Eropa.

Pekan lalu, Komisi Eropa mengusulkan embargo bertahap terhadap minyak Rusia. Rencana tersebut mendorong harga Brent dan WTI naik untuk minggu kedua berturut-turut. Meskipun proposal tersebut masih membutuhkan suara bulat oleh anggota UE minggu ini untuk disahkan.



Read More : Petani Sawit Protes Larangan CPO Selama Periode Bulan Madu

Pasokan gas Rusia yang ditangguhkan ke Jerman juga akan memicu resesi yang dalam dan menelan biaya setengah juta pekerjaan. Demikian dikatakan ekonom senior dalam wawancara yang dipublikasikan pada Selasa, Antaranews melaporkan.

Reuters melaporkan bahwa pejabat negara secara diam-diam sedang mempersiapkan penghentian mendadak pasokan gas Rusia dengan paket darurat yang dapat mencakup pengendalian perusahaan-perusahaan utama. Hongaria juga telah menyatakan kembali posisinya bahwa mereka tidak akan menerima putaran baru sanksi yang diusulkan terhadap Rusia sampai kekhawatirannya ditangani.





Loading...