Wednesday, 18 May 2022

Migran Peduli Ajukan Laporan Bupati Langkat Atas Dugaan Perbudakan Modern

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Kelompok advokasi Migrant Care berencana melaporkan Terbit Rencana Perangin Angin sebagai Bupati Langkat, Sumatera Utara, ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas dugaan perbudakan modern.

"Ya," kata koordinator tim hukum kelompok itu, Nur Harsono kepada Tempo , Senin, 24 Januari 2022.


Read More : Viral Penjual Dawet di Ponorogo Cantik Bak Artis, Bikin Netizen Langsung Penasaran

Kelompok advokasi hak-hak buruh itu awalnya mendapat laporan tentang kandang manusia di halaman belakang rumah bupati yang dipenuhi para pekerja yang disewa di perkebunan kelapa sawit miliknya.

Para pekerja tersebut diduga dieksploitasi yang mengarah pada praktik perbudakan modern. Nur menegaskan, jumlah orang yang berada di kandang akan diumumkan secara detail setelah laporan ke Komnas HAM. "Nanti akan kami informasikan," katanya tegas.



Read More : Kisah Mempelai Perempuan Sendirian di Pelaminan, Kekasihnya Kabur di Hari Pernikahan



Dalam agenda tersebut, laporan Migrant Care akan diterima Komisioner Komnas HAM Choirul Anam hari ini pukul 13.00 WIB di kantor komisi, Jakarta. Hingga berita ini ditulis, Tempo masih berusaha menghubungi Bupati Terbit Rencana Perangin Angin atau kuasa hukumnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Terbit dalam operasi tangkap tangan pada Selasa, 18 Januari 2021. Terbit diduga terlibat suap dan ditetapkan sebagai tersangka.





Loading...