Saturday, 20 Aug 2022

25 dari 137 Siswa Abdurrab Islamic School Kabur Saat Isoter. Dinkes Pekanbaru Ingatkan Bahaya Penyebarannya

news24xx


dr Zaini Rizaldydr Zaini Rizaldy
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID -Sebanyak 25 pelajar SMP dan SMA Abdurrab Islamic School Pekanbaru di Jalan Bakti, Kecamatan Marpoyan Damai, kabur saat menjalani isolasi terpusat (isoter). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru terus berkoordinasi dengan orang tua pelajar tersebut agar tak menularkan virus corona ke orang lain. 

Sebelumnya sebanyak 137 siswa SMP dan SMA Abdurrab Islamic School Kota Pekanbaru Riau terpapar Covid-19. Setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru melakukan swab test ulang terhadap seluruh pelajar SMP dan SMA Abdurrab Islamic School di Jalan Bakti, Kecamatan Marpoyan Damai. 

"Kami masih melacak keberadaan 25 pelajar yang menghilang saat proses isolasi di lingkungan sekolahnya. Pasalnya, sebagian dari mereka tinggal di luar kota," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy di Gedung Daerah Riau, Rabu (1/12). 

Dinkes terus berupaya dengan pihak sekolah dan keluarganya. Agar, 25 pelajar yang positif corona itu jangan sampai menularkan kepada keluarganya atau masyarakat yang lain. 

Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy usai rapat Forkopimda di Gedung Daerah Riau, Rabu (1/12), mengatakan, pelajar dan guru terus dipantau. Para pelajar menjalani isolasi terpusat (isoter) di sekolah. 

"Walaupun tak kami pindahkan ke Rusunawa Rejosari, tetapi mereka dijaga oleh petugas keamanan dan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. Kami terus memonitor," ujarnya. 

Sebelumnya Para pelajar lain yang sempat dinyatakan negatif menjalani swab test ulang. Hasilnya, lima pelajar dan guru dinyatakan positif corona. 

"Total yang positif corona di sekolah tersebut mencapai 137 orang. Mudah-mudahan, pasien corona ini tak ada yang berat," ungkap Dokter Bob, panggilan akrabnya.  Dia Mengatakan rata-rata, pelajar SMP dan SMA Abdurrab sudah divaksin. Sehingga, para pelajar tidak jatuh ke kondisi yang berat.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pekanbaru Dokter Arnaldo Eka Putra, Senin (29/11), mengatakan, ada 113 pelajar positif corona di awalnya pada 26 November lalu. Setelah dilakukan pelacakan kontak, sebanyak 127 orang positif corona. 

"Mereka yang positif itu terdiri dari pelajar dan guru. Awalnya, seluruh yang positif corona menjalani isoter. Namun, pihak sekolah menolak isoter di luar," jelasnya.

Naldo mengatakan Tim sedang meminta data 25 pelajar yang dibawa pulang orang tua atau walinya. Namun, pihak yayasan terkesan menutupi.  "Ini kesulitan kami di lapangan. Sampai sekarang, tim kami masih di sana," ujar Dokter Naldo. 

Saat ini, 25 pelajar yang menghilang itu sedang dicari datanya. Tim Dinkes dan Polresta Pekanbaru masih berada sekolah itu hingga malam ini. 

"Mereka (pihak yayasan) terkesan lambat seperti ada yang ditutupi. Kabid P2P Dinkes, kepala Puskesmas Garuda, dan tim Epidemiologi, dan Polsek Bukit Raya masih berada di sekolah itu," sebut Dokter Naldo.
 
Pada awalnya, ada 113 pelajar positif corona pada 26 November lalu. Setelah dilakukan pelacakan kontak, sebanyak 127 orang positif corona. "Mereka yang positif itu terdiri dari pelajar dan guru. Awalnya, seluruh yang positif corona menjalani isoter," jelas Dokter Naldo. 

Mengenai kasus ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru masih melacak sumber penyebaran virus corona di SMP dan SMA Abdurrab Islamic School di Jalan Bakti, Kecamatan Marpoyan Damai. Dugaan sementara, virus corona ditularkan oleh guru yang tinggal di luar asrama sekolah tersebut. 

"Sampai kini, kami belum bisa menentukan sumber penyebaran virus corona di sekolah tersebut. Seluruh pelajar tinggal di asrama sekolah tersebut," kata Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy di Gedung Daerah Riau, Rabu (1/12/2021). 

Berdasarkan analisa, ada beberapa guru sekolah itu yang tinggal di luar asrama. Namun, Dinkes harus melacak kembali sumber penyebaran virus corona di sekolah tersebut. (Almi Fitri)
 





Loading...