Tuesday, 16 Aug 2022

Pemerintah Jakarta Disarankan Naikkan Upah Minimum Berdasarkan Prakiraan Inflasi

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com
https://swastikaadvertising.com/

NEWS24.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini akan mengumumkan kebijakan kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2022 di ibu kota. 

Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah kota menaikkan UMP sesuai proyeksi inflasi 2022 sebesar 3-4 persen.

Bhima berpendapat hal itu sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa kenaikan upah ditentukan dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi.


Read More : Sri Mulyani Klaim Jika Perekonomian Indonesia Mengesankan Dibandingkan Lainnya

"Itu (kenaikannya) 2,48 persen dan kalau bisa dinaikkan lebih tinggi berdasarkan prakiraan inflasi 2022, di atas 4 persen," kata Bhima seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis, 18 November.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah sebelumnya mengumumkan kenaikan upah minimum rata-rata sebesar 1,09 persen. “Ini rata-rata nasional. Kita tunggu saja keputusan gubernur,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa lalu.



Read More : Ini Kata Mendag Soal Harga Mie Instan: Harga Gandum Turun di September

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan di hadapan para pekerja bahwa keputusan ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan membantu meringankan biaya hidup di ibu kota melalui beberapa program.

Anies Baswedan menemui sekitar 100 pekerja yang memadati di depan Balaikota kemarin. Mereka turun ke jalan menuntut kenaikan UMP tahun depan sebesar 3,57 persen.





Loading...