Saturday, 29 Jan 2022

Boeing Prediksi Asia Tenggara Butuh Tambahan 4.465 Pesawat Baru Dalam 20 Tahun

news24xx


Foto : TempoFoto : Tempo
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Perusahaan pesawat asal Amerika Serikat Boeing Co memprediksi negara-negara di Asia Tenggara akan membutuhkan tambahan 4.465 pesawat dalam 20 tahun ke depan untuk mendukung segmen penerbangan domestik. Peningkatan permintaan pesawat terjadi seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara berkembang.

"Negara-negara Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat juga akan mengalami pertumbuhan lalu lintas armada dan penumpang jauh di atas rata-rata global," kata Vice President Commercial Marketing Boeing Darren Hulst dalam konferensi pers virtual, Selasa, 9 November 2021.

Boeing menghitung nilai tambah pesanan pesawat itu setara dengan US$765 miliar. Selain pemesanan pesawat baru, Boeing memprediksi peningkatan jumlah kebutuhan layanan penerbangan komersial senilai US$ 790 miliar USD pada 2040.


Read More : Pertamina Berencana Turunkan 81 Ton Emisi Karbon pada 2060

Dalam presentasi Commercial Market Outlook (CMO) 2021, Hulst mengatakan perjalanan udara di Asia Pasifik memiliki potensi untuk menguasai hampir setengah dari pasar lalu lintas udara global. Pada tahun 2040, seluruh negara di Asia Pasifik diperkirakan membutuhkan 17.645 pesawat baru senilai US$3,1 triliun dan layanan purna jual senilai US$3,7 triliun.


Selain Asia Tenggara, penyumbang permintaan pesawat terbesar berasal dari China dan Asia Selatan. Peningkatan jumlah pesanan pesawat terjadi setelah berbagai negara mencapai pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Kami telah melihat ketahanan yang kuat dalam lalu lintas Asia Pasifik. Ketika pembatasan masyarakat dicabut, penumpang merasa percaya diri untuk bepergian,” kata Hulst.

Tidak hanya kebutuhan pesawat penumpang, permintaan armada kargo juga melonjak. Boeing mengatakan pesanan untuk armada kargo akan meningkat tiga kali lipat menjadi 1.160 pesawat, baik yang baru maupun yang dikonversi.



Read More : NASA Minta Bantuan Bagaimana Cara Membawa Reaktor Nuklir ke Bulan

Pemesanan armada kargo ini untuk mendukung diversifikasi rantai pasokan global dan memenuhi tuntutan e-commerce. Armada kargo di Asia Pasifik diharapkan dapat menandingi armada kargo Amerika Utara dalam 20 tahun ke depan.

Peningkatan pesanan jumlah pesawat kargo juga terjadi seiring dengan tren bisnis maskapai penerbangan di masa pandemi Covid-19 yang mengandalkan segmen penerbangan kargo, termasuk di Indonesia. "Namun, kami belum memiliki detail berapa pesanan armada kargo untuk Indonesia. Hanya saja, kami yakin akan ada tambahan pesanan," kata Hulst.





Loading...