Saturday, 04 Dec 2021

5 Metode Parenting agar Anak Punya Rasa Empati

news24xx


Foto : VOIFoto : VOI
www.jualbuy.com

NEWS24.CO.ID - Memilih metode pengasuhan anak bisa dilakukan berkali-kali sampai orangtua merasa cocok dengan teknik yang diterapkan untuk perkembangan si kecil. Dari sekian banyak metode, ada satu pendekatan pengasuhan yang akhir-akhir ini sedang diperbincangkan, yaitu peaceful parenting, yang mengedepankan cara-cara lembut dan penuh kesadaran.

Pengasuhan ini juga menitikberatkan solusi kooperatif dan mengajak anak berempati dalam menyadari kesalahannya dibandingkan menghukum. Sehingga, anak lebih bertanggung jawab terhadap perbuatannya.


Read More : Menurut Penelitian, Kualitas Hubungan yang Baik dalam Keluarga Merupakan Kunci Keberhasilan Membangun Harga Diri Anak

Lalu, bagaimana cara transformasi ke gaya pengasuhan ini? Berikut 5 tips transisi menuju peaceful parenting dari Laura Markham, Ph.D., penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How To Stop Yelling and Start Connecting sebagaimana dilansir dari Parenting dan Psychologytoday, Jumat, 15 Oktober.

Berdamai dengan Diri Sendiri

Tingkah Anak kadang tak bisa diprediksi. Saat ia berbuat kesal, alih-alih meresponnya dengan kemarahan, cobalah untuk stop berbicara, tarik nafas, dan hentikan aktivitas yang Anda lakukan sesaat. Ini bertujuan untuk mengendalikan emosi Anda.

Fokus pada Interkoneksi

Punya ikatan yang kuat antara anak dan orangtua bisa membantu memperbaiki situasi yang runyam. Tanpa ikatan, Anda selalu merasa teruji emosi dan anak tak termotivasi untuk memperbaiki kelakuan.



Read More : Agar Pertumbuhan Tanaman Hias Merambat Makin Optimal, Ini Rahasia Membuat Turus

Jelaskan Apa yang Terjadi

Saat anak sudah tenang, jelaskan alasan Anda meminta anak menjalani konsekuensi atas perbuatannya. Jangan lupa tetap beri ia motivasi, misalnya dengan mengatakan anak sudah bersikap lebih baik dari sebelumnya.

Beri Rasa Aman

Saat anak kesal, tetaplah tenang dan jangan terpancing untuk marah. Semakin Anda mampu menunjukkan sikap berempati dan sabar, semakin anak merasa aman sehingga ia mampu mengurai kekesalannya sendiri. Saat anak mampu mengekspresikan emosi pada Anda, semakin ia mampu menyembuhkan diri sendiri.

Jelaskan dengan Cerita

Gunakan cerita untuk mempermudah anak memahami emosi. Misalnya, ceritakan bagaimana Anda dulu sering marah-marah karena tidak mengerti apa yang diinginkan anak. Tapi sekarang, Anda berusaha keras untuk menahan marah sehingga ia tak perlu takut mengatakan yang diinginkan. Saat bercerita,tetaplah kedepankan empati dan jangan menganalisis sehingga tak berkesan menggurui.





Loading...